Wednesday, October 21, 2015

Back To The Future

Hari ini! Hari ini menjadi begitu spesial karena dipercaya 26 tahun lalu, seorang Marty McFly telah menyeberangi waktu untuk menyelamatkan hidup dan orang-orang disekitarnya, tepat pada tanggal 21 Oktober 2015. Dan itu adalah hari ini!

Friday, December 30, 2011

Hachiko, Shibuya

Bule itu mengelus-ngelus kepala patung itu dengan penuh perasaan. Saya, walaupun berdiri persis di sebelahnya, membiarkan saja ia melakukannya--meluapkan isi hatinya; padahal saya sudah siap-siap untuk berfoto karena memang sudah giliran saya. Demikian juga antrian panjang turis-turis yang sudah siap dengan kamera masing-masing. Mereka sepertinya juga mengerti, bule itu pastilah sudah jauh-jauh datang ke situ, menemukan apa yang dicarinya dalam keharuan, menyeruak masuk antrian dan ya, begitulah...

Patung anjing dari perunggu itu berdiri tegap, dengan telinga kiri terkulai, seolah sedang menunggu sesuatu dengan penuh harap. Dan seniman pembuatnya mengerjakannya dengan tepat, seperti itulah Hachiko, nama anjing jenis Akita-Inu yang dijadikan patung tersebut sebagai memorial akan sikap kesetiaan.

Adalah Profesor Hidesaburo Ueno, yang memungut Hachiko dan memeliharanya sejak Januari 1924. Setiap pagi, Profesor Ueno akan berangkat kerja mengajar di Fakultas Pertanian, Universitas Tokyo ditemani oleh Hachiko sampai stasiun Shibuya. Dan pada pukul 4 sore, Hachiko sudah akan menunggu tuannya di sana, menjemputnya untuk pulang bersama ke rumah.

Namun, pada 21 Mei 1925, Profesor Ueno, akibat stroke meninggal dunia seusai mengikuti rapat di kampus. Jenazah beliau dikirim pulang langsung ke kampung halamannya dan bukannya ke rumah yang mereka tinggali di Shibuya. Hachiko, tidak mengetahui hal tersebut dan menjadikannya tetap menunggu di situ.

Hachiko kemudian dititipkan ke mulai dari kerabat sampai kenalan sang Profesor. Namun Hachiko selalu kembali ke stasiun Shibuya, setiap jam 4 sore, menunggu tuannya yang tak pernah muncul itu. Saking setianya, Hachiko telah menunggu, menunggu dan menunggu di sana selama sembilan tahun--setiap jam 4 sore! Hari ketika Hachiko tidak menunggu di sana adalah ketika dia ditemukan telah meninggal di jalanan area Shibuya tersebut.

Kisah yang mengharukan banyak orang tersebut kemudian dimuat di Tokyo Asahi Shimbun dengan judul Itoshiya Roken Monogatari (Kisah Anjing Tua yang Tercinta). Patung Hachiko kemudian didirikan di Stasiun Shibuya tempat di mana diyakini Hachiko menunggu tersebut

Saya sendiri telah lama berniat ingin mengunjungi lokasi tersebut. Karenanya, begitu ada kesempatan, dengan subway Metro Line Tokyo, bersemangat sekali saya melakukan perjalanan ini. Setelah dengan susah payah bertanya dengan bahasa Singlish saya yang parah, ditambah kacau lagi dengan ketiadaan penguasaan percakapan Inggris dari orang maupun petugas Jepang yang saya tanya, dan beberapa penjelasan dengan gerakan tangan dua pihak yang tidak banyak membantu, alhasil antara betul dan tidak, dengan nekat saya sampai juga di Hachiko Exit, salah satu dari lima pintu keluar Stasiun Shibuya.

Stasiun Shibuya luar biasa ramainya, mungkin kira-kira seperti jalan di Orchard, Singapore pada saat malan Natal atau Tahun Baru. Dengan payah menyeruak keramaian itu, celingak-celinguk saya membuahkan hasil! Akhirnya saya sampai juga di patung Hachiko....

Tapi itu belum semuanya. Untuk berfoto dengan patung tersebut, saya masih harus antri di antara turis-turis yang sengaja datang mengunjungi tempat itu juga.

Ketika tiba giliran saya siap-siap berpose, ups, bule yang saya ceritakan di atas itu datang dan menyela antrian langsung maju ke patung perunggu itu. Dia--kemungkinan besar sudah terhipnotis oleh film Richard Gere, Hachiko: A Dog's Story, film tentang Hachiko ini juga--memandang haru dan membelai kepala patung Hachiko dengan penuh simpati. Agak malu dan kuatir, dia memalingkan kepalanya ke saya untuk mengamati ekspresi muka saya, apakah saya akan menertawakannya.

Tapi saya memandang lurus ke matanya dan tersenyum, membuatnya lega, seolah dia mengetahui saya mengatakan dalam hati: Don't worry, buddy, I understand!

*Updated, 8 Januari 2012
Setiap tahunnya, pada tanggal 8 April, ratusan pecinta anjing akan berkumpul di Shibuya, di tempat di mana patung tersebut berdiri, untuk memperingati kesetiaan serta pengabdian sampai mati dari Hachiko, seekor anjing yang luar biasa...

Wednesday, June 15, 2011

Damn Kho Ping Ho!

Abangnya teman saya meninggal dunia. Sakit keras. Kritis. Dan kemudian segala seperti berjalan dalam slow motion, tanpa suara. Adiknya, yakni temanku itu, kemudian menangis... Saya sungguh mengerti perasaannya. Dia mengirimkannya via bbm:
"Tangisan pertamaku adalah kalimat yang selalu disebut ibuku, kalau mau berburu harimau, harus dengan saudara kandung. itu yang saya tangiskan. Siapa yang akan menjaga aku sekarang..."

Tiba-tiba, hal itu menyeretku kembali kepada tanggal 23 Desember 2007, hari di mana Amah (nenek)-ku, akan ditutup peti matinya. As we know, saat dimana kesedihan paling memilukan dari sebuah upacara pemakaman adalah ketika sedokan tanah pertama menutup liang kuburan; dan sebelumnya, ketika peti mati hendak ditutup. Perasaan bahwa kita tidak akan pernah bisa lagi melihat orang yang kita sayangi untuk selama-lamanya, sungguh susah dideskripsikan...

Tapi semua itu buyar gara-gara Kho Ping Ho!

Adalah ketika bertahun-tahun yang lalu, jaman SMP dulu, buku-buku tipis kecil itu yang menemani waktu senggangku, mengisahkan bagaimana para pendekar mengalami naik turunnya drama kehidupan dalam mengatasi kesulitan, membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan. Karya Kho Ping Ho sungguh memukau; tetapi ada satu bagian yang terpatri kuat dalam ingatanku.

Saya tidak ingat judulnya apa, tetapi saat itu dikisahkan bahwa seorang kakek tua menggunakan rakit sedang menjauh menyelamatkan seorang gadis dari musuh-musuhnya. Sang gadis menangis mengharukan, sebab saudarinya mati terbunuh di sana. (Well, aku tidak ingat persis ceritanya, namun kira-kira seperti ini dialognya)

"Kakak, jangan tinggalkan aku....," ratap sang gadis

"Apa yang kau tangisi?" Kakek tua itu menukas, "Memangnya hidup di dunia ini lebih baik daripada dunia bagi yang sudah meninggal? Lagipula, kamu sedang menangisi dirimu sendiri karna ditinggal kakakmu atau menangisi kakakmu yang meninggal itu?"

...

Karna karya prosa Kho Ping Ho inilah, ketika almarhum amah-ku hendak ditutup peti matinya--kami disuruh berkumpul untuk melihat beliau untuk yang terakhir kalinya, untuk selama-lamanya--saya dilanda perasaan campur aduk untuk menangis. Apakah saya mau menangis karena saya kasihan pada diri saya sendiri ditinggalkan amah, ataukah saya benar-benar menangisi amahku tersayang yang meninggal itu....

Damn you, Kho Ping Ho! But, still, you God damn right! Salut untukmu...


Image diambil dari sini

Friday, February 18, 2011

Kok di Jam Gue Angkanya IIII dan Bukannya IV?

Dalam perjalanan, istriku bilang: "Angka 4 di jam tangan, yang pakai angka Romawi, adalah IIII loh, bukan IV."

Saya melirik ke jam tangan, dan BETUL! Angkanya IIII, bukan IV... ! WHY?

7 hari kemudian, saya masih penasaran dengan obrolan kami dalam perjalanan pulang ke rumah tersebut dari acara rekreasi keluarga. Sebagai intelektual gugelwan sejati, dalam beberapa kali ketak-ketik dan klik saya tentu saja langsung bisa mendapatkan jawaban hal ini, namun berhubungan saya dahulukan kerjaan kantor dulu (yaaaa... siapa tahu Bos saya baca blog saya ini juga, hihihihihi), pertanyaan trivia ini, menurut Stephen Covey harus dengan berat hati dikategorikan dalam kuadran gak-penting-dan-gak-mendesak; walaupun sebenarnya ingin saya masukkan dalam kuadran penting-tapi-gak-mendesak, eh, atau mendesak-tapi-gak-penting ya?

Dan selama 7 hari tersebut, pertanyaan-pertanyaan gak penting selalu menggantung di dalam pikiranku: Apakah orangnya salah buat? Apakah ini jam palsu, karna yang buat gak prof? Apa sih tujuannya kalo disengaja? Ataukah jangan-jangan ada fengshuinya? Bisa jadikah seperti yang Dan Brown jejalkan kepada kita, ada konspirasi kelompok rahasia dari pembuat jam yang disimbolkan dalam angka yang dipakai tersebut? Hahahahaha

Dalam 0.25 detik, Google memberikan sekitar 922.000 hasil atas query saya: "roman numerals 4 clock watch". Luar biasa. Kita benar-benar berhutang budi pada Larry Page dan Sergey Brin yang telah merilis situs ajaib ini 4 September 1998, hampir 13 tahun yang lalu.

Ternyata, ini adalah perrtanyaan klasik. Ada berbagai teori dan perdebatan mengenai hal ini. Tidak ada satu jawaban pasti! Karenanya, saya cuman bisa mengatakan saya lebih menyukai sementara jawaban daripada jawaban lainnya.


Berikut jawaban-jawaban populer:

  • Pembuat jam yang ngetop pada jaman tersebut, ketika membawa jam pesanan Raja Louis XIV dari Perancis, sang raja memerintahkan untuk menukar angka IV menjadi IIII karena raja menyukai demikian.
    Hmmmm, apa boleh buat ya, pelanggan adalah raja, apalagi pelanggan yang benar-benar raja

  • Huruf IV adalah kependekan dari IVPPITER (baca I sebagai J dan V sebagai U), Jupiter, pimpinan dewa Romawi. Karenanya, digunakan angka IIII untuk menggantikan angka IV.
    Anda tidak ingin kualat kan di jam anda tercantum angka 1,2,3, dewa, 5,6, dstnya...

  • Secara estetis maupun dari berat bahan material, angka VIII lebih gede dan berat di satu sisi, sehingga sisi lainnya harus diseimbangkan dengan menukar angka IV ke IIII
    Well, secara estetis memang lebih terasa seimbang di antara kedua sisi jam tersebut apabila diperlakukan demikian. Lagipula dengan mengganti angka IV menjadi IIII, maka ketika dibagi 3 bagian, bagian pertama mempunyai kelompok 4 huruf I, bagian kedua mempunyai kelompok 4 huruf V, dan bagian sisanya mempunyai kelompok 4 huruf X. Seni, bukan?


Namun, jawaban yang paling saya sukai--saya mengatakan paling saya sukai, sebab tidak ada satu kepastian manakah jawaban yang paling benar--adalah sebagaimana berikut:

Jika angka 1 sampai dengan 12 dijejerkan ke dalam angka romawi, maka seorang pembuat jam yang membuat cetakan harus membuat I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, dan XII, atau 17 buah huruf I, 5 buah huruf V, dan 4 buah huruf X.

Secara manajemen produksi, ketika huruf IV, saya ganti menjadi huruf IIII, maka saya akan membutuhkan 20 huruf I, 4 buah huruf V dan 4 buah huruf X. Mouldingnya bisa saya efisienkan menjadi "V I I I I I X" untuk digunakan 4 kali untuk membuat satu buah jam komplit. Hemat, kan?


Sumber Gambar:
www.seiko.co.jp


Referensi Bacaan:
http://www.answerbag.com/q_view/1683645
http://www.answerbag.com/q_view/32358
http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20071024192404AAu4NFS
http://www.ubr.com/clocks/frequently-asked-questions-faq/faq-roman-iiii-vs-iv-on-clock-dials.aspx
http://www.fluther.com/83644/why-on-clocks-and-watches-is-the-roman-numeral-4-written/

Sunday, October 03, 2010

Surat Sumiati Singodimejo - by Google Translate

Saya menerima broadcast BBM yang begitu lucunya dari Siany Lee, teman saya, yang membuat saya terpingkal-pingkal di setiap baris surat tulisan Mbak Sum. Lepas dari itu, timbul pikiran iseng saya, bagaimana hasil terjemahan Google Translate? Apakah Google Translate akan sanggup membantu Mbak Sum?






Sumber Tulisan
Berikut sumber tulisannya sebelum diterjemahkan:
Mbak Sum bermaksud mutusin pacarnya Robby (bule). Akan tetapi dia tidak berani bertemu muka dengan kekasihnya. Mbak Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan english yang pas-pasan. Berikut isi suratnya:

Hi Robby, together this letter I want to give know u
(Hai Robby, bersama surat ini saya ingin memberitahumu)

I want to cut connection we
(Saya bermaksud memutuskan hubungan kita)

I have think things very cook cook
(Saya sudah pikirkan masak-masak)

I know my love only clap half hand
(Saya tahu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan)

Correctly I have see u go with a women entertainment at town with my eyes head alone
(Sebenarnya saya telah melihat kamu pergi dengan wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)

You always ask sorry back back river
(Kamu selalu meminta maaf berulang-ulang kali)

You eyes drop tears crocodile
(Matamu mengucurkan air mata buaya)

You correct correct a man crocodile land
(Kamu benar-benar lelaki buaya darat)

So I cut connection and pull body from love triangle this
(Jadi, saya putuskan hubungan ini dan menarik diri dari cinta segitiga ini)

I have been crying night night until no more eye water thingking about ur body
(Saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi air mata memikirkan dirimu)

I don't want to sick my liver for two river
(Saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk Robby
(Selamat jalan Robby)

Girl friend of your liver
(Kekasih hatimu)

Sumiati lion on the table
(Sumiati Singodimejo)



Hasil Terjemahan
Sebelumnya saya mengambil bagian-bagian isi surat tersebut, dan hasilnya sebagai input untuk diterjemahkan Google Translate adalah sebagai berikut:
Hai Robby, bersama surat ini saya ingin memberitahumu
Saya bermaksud memutuskan hubungan kita
Saya sudah pikirkan masak-masak
Saya tahu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan
Sebenarnya saya telah melihat kamu pergi dengan wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri
Kamu selalu meminta maaf berulang-ulang kali
Matamu mengucurkan air mata buaya
Kamu benar-benar lelaki buaya darat
Jadi, saya putuskan hubungan ini dan menarik diri dari cinta segitiga ini
Saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi air mata memikirkan dirimu
Saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya

Selamat jalan Robby
Kekasih hatimu
Sumiati Singodimejo


Dan, seperti magic, hasil terjemahannya keluar seperti berikut:

Hi Robby, along with this letter I want to tell you
I intend to cut connection us
I've thought very carefully
I know my love just one hand clapping
Actually I have seen you go out with female entertainers in the city with my own eyes
You're always apologizing over and over again
Your eyes are shedding crocodile tears
You are really man hoodlum
So, I decided this relationship and withdraw from this love triangle
I cried many nights until no more tears thinking about your
I do not want to hurt for a second time

Goodbye Robbie
Beloved hearts
Sumiati Singodimejo



Meski masih ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki, namun mendekati 90 persen sempurna. Luar biasa bukan?

sumber gambar: google translate

Wednesday, May 26, 2010

Menjadi Buah Apa Kalo Begitu?

Oke deh, lewatin aja bagian awal ini karena saya cukup yakin sering dibaca di mana-mana. Saya sudah dapet email ini beberapa kali. Petuahnya bagus, namun saya lebih suka berpikir alternatifnya sebagaimana pada cerita wortel, telur dan kopi.

Lompati bagian di bawah ini dan langsung baca alternatifnya sesudahnya, tetapi bagi yang belum pernah baca atau mau refreshing sebentar, begini...

Kata-kata Buah Yang Bijak

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet. Jagung membungkus bijinya yg banyak, tapi jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu2nya. Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah Pohon Pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, Jangan Kedondong. Walaupun luarnya penuh kulit yg tajam, tapi dalamnya lembut dan manis. Beda dgn kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem, didalamnya bijinya berduri. Artinya : Jangan menilai seseorang dari luarnya saja.

4. Jadilah Bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tapi umbinya, isinya tetap putih bersih. Artinya : Jagalah hati, punya prinsip, jgn terpengaruh lingkungan yg hitam.


Nah, sekarang versi alternatifnya:

Alternatif Kata-kata Buah Yang Bijak

1. Jadilah Jambu Monyet, Jangan Jagung. Jagung memiliki banyak biji dan dibungkus rapat2, sementara jambu monyet hanya memiliki satu biji yang sangat disayanginya. Artinya: Jangan selingkuh, memiliki banyak simpanan

2. Jangan Jadi Pohon Pisang. Pohon pisang berbuah hanya sekali, lalu mati. Artinya: Hanya bisa memberi hasil sekali pada lingkungannya, gak bisa jangka panjang

3. Jadilah Kedondong, Jangan Duren. Walau dalamnya lembut dan manis, namun kulitnya berduri, sementara kedondong bijinya berambut tetapi luarnya mulus. Artinya: Jangan menyimpan sesuatu yang bagus hanya untuk diri sendiri, tetapi simpanlah duka laramu namun berikanlah kegembiraan bagi orang di sekelilingmu

4. Jangan Jadi Bengkoang. Hidup dari tempat sampah. Artinya: mengharapkan belas kasihan orang lain untuk hidup

Begitulah.... Jadi buah apa kalo begitu?

Gambar diambil dari sini


Monday, April 12, 2010

Lah, Mana Yang Benar?

Anda tentu saja seharusnya sudah pernah dengar kisah motivasi berikut ini. Anda mungkin saja merasa itu benar, mengharukan, atau pun inspirasional. Tetapi benarkah itu? Anda berpikir demikian karena Anda cuma dikasih satu macam versi. Versi kedua dan ketiga tidak pernah Anda baca sebelumnya. Berikut ini adalah yang versi pertama yang sudah sering Anda baca di mana-mana:

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada 'raksasa' dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan 'raksasa' itu kecuali 'raksasa' itu menahan dirinya sendiri.”


Anda sehabis membaca kisah ini, merasa WOW, benar sekali, luar biasa, sangat inspiratif? Anda sangat ingin seperti kopi? Tunggu dulu. Coba lihat versi 2 dan versi 3 nya....


Versi 2:
Apakah kamu seperti wortel, yang menghadapi semua kesulitanmu dengan tegar dan keras, dan ketika semua kesulitan berakhir, kamu menemukan kebijaksanaan dan hatimu menjadi lembut dan penuh kasih?

Apakah kamu seperti telur, yang awalnya penuh kasih dan kelembutan, ketika menghadapi semua kesulitan ini, akhirnya dirimu menjadi pedih, pahit dan penuh kebencian di dalam hatimu yang telah menjadi keras dan kaku?

Apakah kamu seperti kopi, ketika menghadapi semua kesulitan ini, menyerah dan pasrah dan membuang semua kesempatan, harta-hartamu dan semua keinginan serta harapanmu kepada kesulitan-kesulitan itu, dan pada akhirnya menjadi ampas yang tidak berguna, tidak seperti wortel dan telur yang makin enak disantap?


Versi 3:
Apakah kamu seperti wortel, yang kelihatan begitu kuat, namun setelah menghadapi berbagai kesulitan, kamu akhirnya menjadi lemah dan berubah menjadi pecundang yang penuh trauma?

Apakah kamu seperti telur, yang begitu rapuh, namun setelah menghadapi semua kesulitan ini, kamu bisa mengatasinya, dan membuat kamu bertambah tabah dan bertambah kuat dalam kehidupan ini?

Apakah kamu seperti kopi, ketika menghadapi semua kesulitan ini, menyerah dan pasrah dan membuang semua kesempatan, harta-hartamu dan semua keinginan serta harapanmu kepada kesulitan-kesulitan itu, dan pada akhirnya menjadi ampas yang tidak berguna, tidak seperti wortel dan telur yang makin enak disantap?

Well, masih ingin seperti kopi?

Tetapi manakah versi yang benar? Saya rasa, pertanyaan tersebut sendiri salah, dan perlu diubah menjadi: Manakah yang lebih anda sukai?

Sumber gambar dari sini

Sunday, January 24, 2010

Alasan Kenapa Tiongkok Efisien

Mulanya saya tidak terlalu menghiraukan cerita-cerita yang saya anggap cuman hoax belaka sebagaimana di bawah ini:

Cerita #1:
Suatu perusahaan multinasional yang berinvestasi di Tiongkok, dikomplain pelanggannya karena ada produk sabun kemasan kotak mereka, ternyata kotaknya kosong, tidak terisi sabun. Manajer produksi yang orang bule di sana kemudian memasang alat X-Ray seharga ratusan ribu dollar yang mampu men-scan apakah kotak yang melewati lini produksi benar-benar sudah terisi sabun atau tidak dan berhasil. Alat tersebut berjalan baik. Pelanggan tidak ada yang komplain lagi. Ketika manajer regional yang orang Tiongkok datang berkunjung ke sana, dia cuman tertawa geli dan mengatakan. "Kalau aku cuma pasang kipas angin, kotak yang tertiup jatuh artinya kosong...". Efisien!

Cerita #2:
NASA, menghabiskan ratusan ribu dolar dalam riset mereka untuk menciptakan pulpen anti gaya gravitasi. Sebagaimana kita ketahui, cairan tinta dalam pulpen bisa keluar saat kita menulis, salah satunya adalah pengaruh gaya gravitasi. Ketika di ruang antariksa, saat gravitasi menjadi nol, semua pulpen tidak bekerja. Tentu saja berkat kerja keras mereka selama beberapa tahun, pada akhirnya, NASA berhasil menciptakan pulpen tersebut. Bagaimana dengan Tiongkok? Taikonot mereka pakai pensil! Efisien!



Dan akhirnya, saya menemukan bukti langsung, mengapa Tiongkok benar-benar efisien. Saat saya berkunjung ke negara tetangga, dan menggunakan fasilitas transportasi umum/ masal mereka, yakni MRT, saya sempat mengabadikan bukti ini. Di negara multirasial penuh toleransi ini, semua bahasa dari semua ras ditulis dalam petunjuk-untuk-kondisi-darurat. Anda bisa lihat, mengapa cara Tiongkok paling efisien? Hahaha...

Disclaimer: Tulisan ini dibuat sebagai semacam bentuk parodi, satire atau hanya untuk lucu-lucuan. Tentu saja, mengukur efisiensi suatu bangsa, ras atau kelompok tidak mungkin dilakukan hanya berdasarkan tulisan atau bahasa mereka, banyak faktor lain yang perlu dimasukkan dalam perhitungan pengukuran. Lagipula, saya masih mencari-cari adakah pengukuran efisiensi suatu bangsa atau negara sampai saat ini, baik berupa metode maupun hasil studinya. Ada yang bisa bantu?

Friday, January 08, 2010

Santa Ori


Ups....
Ternyata ada Santa Ori dan Santa BM ya....
Jadi selama ini, santa claus yang kita temuin itu yang BM dong...
Wakakaka...


Notes: Gambar di ambil dari spanduk sebuah mall di bilangan Tangerang. Saya kurang bisa edit image, jadi saya main tumpuk aja gambar-gambarnya menjadi begitu. Mungkin secara estetis layoutnya kurang, namun saya harap pembaca masih dapat menangkap apa yang ingin saya sampaikan. Manajemen mall tersebut mendatangkan "Santa Ori" dari Prancis, Amrik dan Inggris

Monday, November 09, 2009

Hari Koteka Nasional

Mendengar batik diakui sebagai warisan budaya dunia, ada suatu rasa bahagia sebagai orang Indonesia. Akhirnya ada pengakuan resmi dari lembaga kaliber internasional: UNESCO, untuk batik sebagai paten dari Indonesia, mengingat adanya hot-issue tentang batik antara Indonesia dengan Malaysia

Kemudian, kita mencanangkan Hari Batik Nasional: 2 Oktober. It's oke. It's great! Tapi kok kenapa semua diharuskan menggunakan batik pada hari tersebut?

Saya sendiri pecinta batik. Dalam seminggu, saya ke kantor memakai batik bisa tiga hari. Sisanya baru baju kemeja biasa. Waktu awal-awal, saya memakai batik di mana hari tersebut bukan hari Senin atau Jum'at, saya selalu dipertanyakan:

"Lah, emang hari apa? Hari besar apa? Kenapa pakai batik hari ini?"

Tetapi saya cuek aja. Saya memakai batik karena saya senang pakai batik. Selain kainnya tidak panas, juga tidak perlu dimasukkan ujungnya ditutupi celana, melainkan dibiarkan di luar celana. Ada teman kantor saya mengatakan cara salah satu pejabat negara keren, yaitu baju batik dipakai dengan dimasukkan ujungnya ke dalam celana; namun saya tetap lebih senang menggunakannya seperti biasanya.

Kembali pada mengapa diharuskan memakai batik pada hari tertentu dalam suatu organisasi seperti misalnya kantor atau sekolah; saya mengganggapnya sebagai bentuk pemaksaan cara berpakaian kepada suatu individu. Kalo kantor okelah, kantor bisa menyediakan seragam untuk karyawan-karyawannya itu. Kalo sekolah, kasihan orang tuanya. Biaya sekolah sudah tinggi, kenapa mesti diharuskan mengeluarkan biaya baju seragam batik lagi secara dadakan begitu? Kenapa ngga mulai tahun depan atau tahun ajaran baru saja, sehingga orang tua bisa lebih siap dengan alokasi dana untuk seragam batik tersebut?

Saya kesulitan merumuskan argumentasi saya ini sampai saya menemukan tulisan di internet, begini:
"Ketika Batik diakui UNESCO sebagai hak paten Milik Bangsa Indonesia, Instruksi Pimpinan : "Hari Batik Nasional, Pake Batik Semua...".

Mari kita berharap UNESCO segera mengakui KOTEKA sebagai Hak Paten Milik Bangsa Indonesia..."

Yeah! That's it! See?

Sumber gambar: dari sini

Monday, August 24, 2009

Benarkah Hersey Man Tidak Bisa Dibohongi Soal Usia Anda?

Saya menerima email di salah satu milis yang saya ikuti. Topiknya sangat impresif:
Hi!
Try this.....! Wondered... how this works all the time!






YOUR AGE BY CHOCOLATE MATH

Don't tell me your age; you'd probably lie anyway-but the Hershey Man will know!

YOUR AGE BY CHOCOLATE MATH

This is pretty neat.

DON'T CHEAT BY SCROLLING DOWN FIRST!
It takes less than a minute .
Work this out as you read .
Be sure you don't read the bottom until you've worked it out!
This is not one of those waste of time things, it's fun.

1. First of all, pick the number of times a week that you would like to have chocolate (more than once but less than 10)
2. Multiply this number by 2 (just to be bold)
3. Add 5
4. Multiply it by 50 -- I'll wait while you get the calculator
5. If you have already had your birthday this year add 1759 ...
If you haven't, add 1758.
6.. Now subtract the four digit year that you were born.

You should have a three digit number
The first digit of this was your original number
(i.e., how many times you want to have chocolate each week).
The next two numbers are
YOUR AGE! (Oh YES, it is!!!!!)

THIS IS THE ONLY YEAR (2009) IT WILL EVER WORK, SO SPREAD IT AROUND WHILE IT LASTS.
Chocolate Calculator.

Saya mencobanya dan WOW, ternyata betul. Ajaib! Sampai saya merumuskannya ke dalam persamaan matematis dan mulailah kelihatan triknya....

Anda akan diminta mengambil satu angka yang terletak di antara 1 dan 10. Kemudian angka tersebut dioperasikan dengan berbagai bilangan. Katakanlah kita menyatakan angka tersebut sebagai X, maka langkah-langkah Hersey Man, sang manusia coklat dari Hersey akan terlihat seperti di bawah ini:

1. X (angka 2 sd 9)
2. X dikalikan 2 = 2X
3. 2X ditambah angka 5 = 2X +5
4. Kalikan dengan 50 = (2X + 5) x 50 = 100X + 250
5. Tambahkan angka 1758 atau 1759, semisal yang kita ambil adalah 1759 = 100X + 250 + 1759 = 100X + 2009

Nah dari sini mulai kelihatan triknya bukan?

Anda diminta mengurangkan 2009 dengan angka tahun kelahiran Anda, tentu saja akan menjadi usia Anda di tahun ini. Semisal tahun kelahiran kita adalah 1950, maka jelas-jelas rumus tadi menjadi

= 100X + 2009 - 1950
= 100X + 59

Jika X dikalikan 100, maka akan menghasilkan angka tersebut dengan 2 nol di belakangnya yang otomatis akan menempati posisi pertama dari tiga digit angka yang dihasilkan dari operasi rumus di atas. Semisal X =2, maka

= 100 x 2 + 59
= 200 + 59
= 259

Tentu saja, angka pertama dari tiga digit angka tersebut adalah angka di mana kita memilihnya sebagai jumlah frekrensi memakan coklat dalam seminggu, sementara dua digit terakhir pastilah angka usia kita.

Kelemahan dari teka-teki di atas adalah hanya berlaku di tahun 2009, sebab angka 1759 (atau 1758) itu merupakan ekstraksi dari 2009 dikurangi 250 (yang mana di dapatkan dari 5 x 50) dari teka-teki di atas.

Sekali lagi, matematika memang terbukti menakjubkan...

Baca juga tipuan matematis lainnya untuk tanggal lahir di sini
Gambar diambil dari sini

Friday, June 19, 2009

Anggota Dewan dan Tipuan Matematis

Karena jujur dan bersih, maka anggota dewan yang terhormat ini tidak bisa memberikan sumbangan untuk perbaikan suatu jalan yang melintasi tiga kampung yang berdekatan. Tetapi dengan penuh dedikasi dia akhirnya berhasil meyakinkan pengusaha-pengusaha dari kampung-kampung tersebut untuk menyumbang.

Hari itu terkumpul 750 juta, masing-masing dari ketiga kampung tersebut mengeluarkan 250 juta. Dan tidak lama kemudian proyek pembangunan jalan tersebut berhasil diselesaikan. Dasar orang jujur, ketika ternyata hanya memerlukan biaya 700 juta, maka ketika orang-orang kampung tersebut yang begitu senang dengan jalan baru yang begitu bagusnya, mendesak dia untuk menerima sisanya 50 juta tersebut, dia tidak mau

"Bagilah kembali kepada masing-masing kampung", demikian ujarnya

Para Kepala Desa, kemudian berinisiatif masing-masing menerima kembali 10 juta untuk kas desa, sementara sisanya 20 juta lagi diberikan lagi kepada anggota dewan kita itu. Tetapi tetap saja Beliau tidak mau menerimanya, dia akhirnya memberikan saran untuk menyumbangkan 20 juta tersebut ke panti asuhan...

Persoalan selesai...

Sampai kemudian tetua kampung-kampung tersebut menghitung kembali, "Eh, sebenarnya berapa sih yang kampung kita keluarkan?"

"Karena kita menerima kembali 10 juta, berarti dari kampung kita masing-masing mengeluarkan 250 juta dikurangi 10 juta sama dengan 240 juta."

"240 juta kalo kita kalikan 3 kampung, hasilnya adalah 720 juta. Jika sisa uang yang 50 juta sudah dikembalikan ke masing-masing desa 10 juta, sisanya adalah yang 20 juta untuk panti asuhan. Tetapi 720 juta ditambah 20 juta tadi, totalnya adalah 740 juta!"

"Nah, kemana uang 10 juta sisanya ?!?"

Menurut Anda kemana sisanya? Apa yang telah terjadi? Anda mau ikut demo memprotes adanya indikasi korupsi?






Di sinilah tipuan matematis itu dimulai......

Anda telah coba disesatkan dengan asumsi bahwa 20 juta tadi yang untuk panti asuhan adalah bagian dari 30 juta yang dikembalikan. Lebih jelasnya saya akan menulis begini:
uang yang dikeluarkan kampung + sisa
720 + 30, dimana 20 ada dalam angka 30 tadi
720 + (20 panti asuhan + 10 entah kemana)
padahal sebenarnya adalah begini:
uang yang dikeluarkan kampung + sisa
720 + 30, dimana 20 ada dalam angka 720 tadi
(700 + 20 panti asuhan) + 30 kas desa

Case closed! Lain kali jangan bikin asumsi prematur sebelum diteliti ya...

Sumber gambar: dari sini

Hagemaru Syndrome

Setelah Suneo Syndrome, kini giliran Hagemaru Syndrome. Hagemaru, dari komik Jepang (manga) karya Shinbo Nomura: Tsurupika Hagemaru, menceritakan seorang anak lelaki--ya, betul, botak--yang sangat efisien (maaf, saya gak tega bilang kikir, sebab beda hemat dan kikir sangat tipis, hahaha).

Saya tidak perlu menceritakan latar belakang Hagemaru Hageda, baca saja di sini. Langsung ke permasalahannya, apa itu Hagemaru Syndrome? Apa bedanya dengan Suneo Syndrome?

Kalau Suneo Syndrome, dialami oleh orang-orang yang suka memamerkan kelebihannya terutama dari segi materi, kepada orang lain yang mungkin sulit menandingi kelebihannya itu. Tetapi Hagemaru Syndrome, adalah orang-orang yang memiliki pribadi dengan kemampuan mendapatkan hal yang sama/ sebanding dengan cara gratis yang lebih murah!

Contoh penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari:
Suneo Syndrome = SS
Hagemaru Syndrome = HS


SS: Wah, saya baru beli handset Blackberry nih
HS: Hahaha, saya dikasih bos

SS: Saya nasabah BCA Prioritas loh, mendapat prioritas utama kalo lagi mau nyetor
HS: Tetangga saya teller di BCA, tinggal titip kalo mau setor, hehehe

SS: Jam tangan gue baru beli nih. 200 juta nih, merek ICW
HS: Jam tangan saya merek Colex, kalo mau liat jam, colek orang di samping, "Mas jam berapa ya?"

SS: Sejak pake BB, saya bisa internetan sepuasnya, sebulan cuman kui pek ceng (beberapa ratus rebu) aja
HS: Walah, saya mah internetan di kantor aja, gratis! (ditambah beberapa alasan mengapa kita ngga perlu internet setiap saat)


Well, selama ini Anda termasuk Suneo apa Hagemaru?

Sumber gambar: astro.com.my

Thursday, June 18, 2009

Berubah!

Segala sesuatu berubah...

Mendengar kata berubah, saya selalu teringat video jadul yang ditonton oleh adik-adik saya dulu: Ksatria Baja Hitam dimana sang jagoan Kotaro meneriakkan kata "BERUBAH" untuk bertransformasi menjadi Ksatria Baja Hitam yang lebih tangguh...

Beberapa koran seperti Kompas juga pernah berubah, dari segi ukuran kertasnya, sehingga lebih handy. Bahkan iklan sebuah produk rokok mengatakan: Perubahan itu perlu, dan dia menjadi lebih slim (tulisan yang cukup menarik mengenai hal itu ada di sini). Obama sendiri memenangkan pilpres Amrik dengan meneriakkan slogan: CHANGE! (Thanks Xien, elo sudah membantu mengingatkan)

Namun, di balik semua itu, maju sendiri artinya berubah, bergerak dari satu posisi ke posisi berikutnya yang lebih baik. Jika Anda sedang mengalami kemajuan, Anda pastilah mengalami perubahan.

Sooo.... Yeap! Doc_Wong's Celoteh saya ubah menjadi Khaidi Wong's Blog, dan http://celotehdocwong.blogspot.com sekarang menjadi http://khaidiwong.blogspot.com

Trus, apa alasannya? Mau menjadi lebih tangguh, menjadi lebih efisien/handy, atau menjadi lebih slim? Atau hanya karena mau mencontek slogan dari Obama? Well, mungkin bukan semua itu. Tetapi apa?

Hmmm.... tunggulah, ntar saya cari-cari dulu alasannya...

Sumber gambar: wikipedia

Wednesday, February 11, 2009

Gak Boleh Komplain Kalo Pakai Fl***

Sesudah mengalami proses ketidakpuasan pelanggan terhadap kinerja salah satu provider jaringan cdma sebagaimana yang pernah saya tuliskan di sini, maka kali ini, seperti deja vu, pengalaman serupa walau tak sama terjadi saat saya menggunakan kartu dari jaringan kompetitornya.

Entah kenapa, saat sedang berbicara, tiba-tiba koneksi terputus, dan anehnya, selalu pada saat lagi seru-serunya, atau saat-saat penting. Jarang kejadian kalo pembicaraannya lagi gak penting-penting amat. Heran deh.

Saya selalu menelpon kembali teman bicara untuk kemudian meminta maaf, walaupun itu asli bukan kesalahan saya. Semua selalu memaklumi karena semua sudah sering mengalami. Tidak jarang malah mereka yang ngomong maaf duluan. Sampai kemudian ada satu yang menyalahkan saya...

"Maaf nih, tiba2 putus...," begitu saya ngomong setiap call balik, "maklumlah pakai fl***..."

"Lah, salah loe sendiri pake itu. Kan sudah dia bilangin di iklannya itu. Makanya kalo suka putus wajar dong. Loe yang salah sendiri tetep mau pakai itu," sergah temanku.

"Loh, emang gimana iklannya. Iklannya ngomong apa?" penasaran juga sayanya.

"Lah, itu... bukan telepon biasa...."

Wakakakaka... Walau begitu, sampai saat ini saya tetap setia pakai itu fl*** dan setiap awal bulan tidak lupa isi ulang pulsanya. Hemat sih. Mau gimana lagi? Udah dikasih murah masih juga komplain kan bocengli dong!

Monday, September 01, 2008

About Money

With money you can buy a house but not a home
With money you can buy a clock but not time
With money you can buy a bed but not sleep
With money you can buy a book but not knowledge
With money you can see a doctor but not good health
With money you can buy a position but not respect
With money you can buy blood but not life
With money you can buy sex but not love




Moral cerita:
Kalo Anda gak happy dengan uang Anda, boleh aja dikasih buat saya....Wakakakakaka...

Sumber gambar: milis kongtai

Friday, August 22, 2008

Tidak Ada Abad Nol

Belajar sering merupakan proses yang menyebalkan, apalagi otodidak: belajar sendiri tanpa bantuan tutor atau guru. Bahkan dalam programming komputer, tidaklah mengherankan kemudian muncul istilah RTFM (Read The F**king Manual).

Namun, terkadang, ketika kita bicara open-source, manualnya bisa tiba-tiba menjadi tidak formal.

Salah satu kelucuan yang ada pada manual Postgresql menyangkut masalah pengecekan abad; manual bernomor 9.9.1 tentang EXTRACT, date_part, yang mempunyai keterangan begini:

The first century starts at 0001-01-01 00:00:00 AD, although they did not know it at the time. This definition applies to all Gregorian calendar countries. There is no century number 0, you go from -1 to 1. If you disagree with this, please write your complaint to: Pope, Cathedral Saint-Peter of Roma, Vatican.

Sumber gambar: wikipedia

Bei Jing Huan Ying Ni

Semangat Olympiade 2008 Beijing memang terasa sampai ke mana-mana. Dan tentu saja dunia bisnis tidak ketinggalan memanfaatkan event-event ini, baik yang secara resmi (official sponsor) semacam Coca-cola, Lenovo dan Samsung; maupun ambush marketer, yang berusaha mengait-ngaitkan diri mereka dengan event Olympiade tersebut, semacam Pepsi, Nokia, Li Ning, dan Meng Niu Dairy. Survey atas ribuan penduduk dewasa yang dilakukan oleh firma riset Ipsos menyimpulkan responden mengaku percaya perusahaan-perusahaan tersebut punya kaitan dengan Olympiade, meskipun sebenarnya perusahaan-perusahaan tersebut bukan sponsor resmi (Business Week Indonesia, No. 11, Edisi 14 Mei 2008).

Salah satu sponsor resmi adalah McDonald.
Jika Anda rajin membeli Happy Meals buat anak anda, sesudah boneka-boneka Kungfu Panda, seri selanjutnya adalah Fuwa, maskot resmi Olympiade 2008 - Beijing, yang terdiri atas 5 maskot: Beibei, Jingjing, Huanhuan, Yingying, dan Nini

Menariknya, semua boneka collectible itu merupakan cap/ stempel yang mewakili 5 benua/area geografis dunia.

Dan kalo dideretkan dalam urutan yang benar, bisa dibaca "Bei Jing Huan Ying Ni" alias "Beijing Welcome You...!"

Tuesday, June 24, 2008

Stockholm Syndrome

Bank Kreditbanken di Norrmalmstorg, Stockholm, Sweden
Tempat kejadian dimana syndrome ini diambil namanya
Sumber gambar: wikipedia







Stockholm, 23 Agustus 1973.

Dua orang kriminal membawa senjata mesin masuk ke sebuah bank di Stockholm, Swedia. Sambil menembakkan senjata, seorang narapidana bernama Jan-Erik Olsson berteriak kepada para pegawai bank yang ketakutan "Pesta baru saja dimulai!" Kedua perampok itu menyandera 3 orang perempuan dan seorang lelaki selama 131 jam. Para sandera dikurung dengan dinamit terikat hingga akhirnya dibebaskan pada 28 Agustus.

Setelah dibebaskan, para sandera menunjukkan sikap yang amat mengejutkan, mengingat perlakuan ancaman, pelecehan, dan ketakutan yang mereka alami selama lebih dari lima hari. Saat diwawancarai media terungkap bahwa mereka malah mendukung para penyanderanya dan sebaliknya takut akan para penegak hukum yg akan membebaskan mereka. Para tawanan mulai percaya bahwa para penyanderanya betul-betul melindungi mereka dari polisi. Seorang wanita kemudian malah terikat pada salah seorang kriminal, dan seorang lagi menggalang dana bagi pembebasan kriminal itu. Jelas bahwa para penyandera memiliki "ikatan" secara emosional dengan para penangkapnya.


(baca lebih banyak lagi dari sumber tulisan ini...)
---------------

Sungguh mengherankan psikologi manusia. Ketika ia berada dalam kekuasaan yang penuh kekerasan, ia malah jatuh cinta pada sang pelaku kekerasan. Alih-alih membenci sang pelaku, ia malah memuja-mujanya secara berlebihan. Apakah bisa ditarik sebuah kesimpulan: manusia akan mencintai orang yang memiliki kekuasaan (menghukum atau melakukan tindak kekerasan) atas dirinya?

Baru-baru ini teman saya di conference, menyalahkan dirinya sendiri ketika cowoknya berselingkuh; yeah..cowoknya ini adalah orang yang suka melecehkan dirinya dengan kata-kata beridiom "tingkat itelejensia rendah". Dan seperti biasanya, wanita korban kekerasan rumah tangga sering merasa merekalah yang merupakan sumber masalah dan pantas ditindak dengan kekerasan oleh suami mereka (baca tentang korban malah merasa bersalah atau dibuat merasa bersalah tersebut di artikel-artikel terkait di bawah ini)

Tidak heran kalau Jean Rostand, Thoughts of a Biologist (1939) mengatakan:
Kill one man, and you are a murderer
Kill millions of men, and you are a conqueror
Kill them all, and you are a god
Apakah preasumsi seperti ini yang mendasari tindak kekerasan dalam banyak perploncoan di berbagai institusi pendidikan saat ini?


Artikel terkait:
- Wikipedia: Stockholm Syndrome, klik di sini untuk versi bahasa indonesia
- North Dakota Council: Domestic Violance
- Indiana Laws: Profile of a Victim
- California Divorce.Info: Domestic Violance: Dont't Fall Victim
- Counselling Seattle: What is Domestic Violance
- Kompas.com: Genk Nero
- Okezone: Setahun Beraksi, Geng Nero Banyak Makan Korban
- Kompas.com: Kasus STPDN Terulang di STIP, Cilincing
- Detik.com: Sejak 90-an 35 Praja IPDN Tewas, Hanya 10 Kasus Yang Terungkap

Monday, June 23, 2008

Suneo Syndrome

Suneo adalah salah satu karakter dalam kartun Doraemon. Salah satu keunikan Suneo adalah suka memamerkan barang-barang barunya kepada teman-temannya--yang mungkin tidak akan mampu membeli barang tersebut--karena bapaknya Suneo kaya raya.

Teman saya menceritakan kehebatan laptop Asus kecil mungil berukuran 10 inch yang disebut eee-PC di konference. Begitu dikorek-korek, ketahuanlah dia baru memilikinya, dan tentu saja tidak semua orang lantas bisa membelinya. Ada juga yang memiliki Honda Jazz dan menceritakan betapa mengagumkan kecepatan mobil itu.

Jika yang lain adalah soal kepemilikan barang, memiliki cowok juga bisa dibanggakan oleh beberapa teman di konfe. Bahkan, lebih cepat mengetahui suatu informasi atau berita, terkadang juga bisa dipamerin, dan sekarang kita mengetahui bukan mengapa hoax sangat cepat beredar.

Ada yang baru pulang dari Naik Haji, dan kemudian berkeliling ke seluruh keluarganya dan dengan bangga menceritakan apa saja yang dia temui di sana.

Itu semua yang secara halus. Pada anak kecil, kemampuan mengarang mereka masih kurang. Suneo syndrome mereka sangat kentara, ketika mereka bercerita bahwa dia pergi ke luar negeri, melihat ini itu, atau ketika mereka memamerkan mainan baru pada teman-temannya, film-film yang baru ditontonnya, hadiah-hadiah yang didapatkannya, dan sebagainya.

Jangan buru-buru memberikan vonis dulu, sebab, bukankah ketika kita ada blog (atau posting) baru, segera kita umumkan juga, dengan berbagai cara?

Intinya, sifat Suneo tidaklah personal milik seseorang. Dia ada dalam diri setiap manusia. Entah secara halus atau kasar, seseorang selalu mencoba menyampaikan kelebihan dirinya dibandingkan orang lain. Persoalannya, mengapa demikian?

Ada teori psikologi (superiority theory, Aristoteles) yang mengatakan, tertawa adalah hal yang terjadi ketika kita merasa diri kita lebih baik dari orang lain. Jika demikian, suneo syndrome terjadi karena kita ingin diri kita lebih baik dari orang lain? Ataukah sekedar diri kita ingin berbeda dengan orang lain. Segala sesuatu yang kita tunjukkan hanya untuk mengekspresikan: Ini saya eksis, loh!

Tetapi mengapa kita harus merasa eksis dan eksistensi kita diakui?

Gambar diambil dari sini