Showing posts with label thought. Show all posts
Showing posts with label thought. Show all posts

Wednesday, May 26, 2010

Menjadi Buah Apa Kalo Begitu?

Oke deh, lewatin aja bagian awal ini karena saya cukup yakin sering dibaca di mana-mana. Saya sudah dapet email ini beberapa kali. Petuahnya bagus, namun saya lebih suka berpikir alternatifnya sebagaimana pada cerita wortel, telur dan kopi.

Lompati bagian di bawah ini dan langsung baca alternatifnya sesudahnya, tetapi bagi yang belum pernah baca atau mau refreshing sebentar, begini...

Kata-kata Buah Yang Bijak

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet. Jagung membungkus bijinya yg banyak, tapi jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu2nya. Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah Pohon Pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, Jangan Kedondong. Walaupun luarnya penuh kulit yg tajam, tapi dalamnya lembut dan manis. Beda dgn kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem, didalamnya bijinya berduri. Artinya : Jangan menilai seseorang dari luarnya saja.

4. Jadilah Bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tapi umbinya, isinya tetap putih bersih. Artinya : Jagalah hati, punya prinsip, jgn terpengaruh lingkungan yg hitam.


Nah, sekarang versi alternatifnya:

Alternatif Kata-kata Buah Yang Bijak

1. Jadilah Jambu Monyet, Jangan Jagung. Jagung memiliki banyak biji dan dibungkus rapat2, sementara jambu monyet hanya memiliki satu biji yang sangat disayanginya. Artinya: Jangan selingkuh, memiliki banyak simpanan

2. Jangan Jadi Pohon Pisang. Pohon pisang berbuah hanya sekali, lalu mati. Artinya: Hanya bisa memberi hasil sekali pada lingkungannya, gak bisa jangka panjang

3. Jadilah Kedondong, Jangan Duren. Walau dalamnya lembut dan manis, namun kulitnya berduri, sementara kedondong bijinya berambut tetapi luarnya mulus. Artinya: Jangan menyimpan sesuatu yang bagus hanya untuk diri sendiri, tetapi simpanlah duka laramu namun berikanlah kegembiraan bagi orang di sekelilingmu

4. Jangan Jadi Bengkoang. Hidup dari tempat sampah. Artinya: mengharapkan belas kasihan orang lain untuk hidup

Begitulah.... Jadi buah apa kalo begitu?

Gambar diambil dari sini


Monday, April 12, 2010

Lah, Mana Yang Benar?

Anda tentu saja seharusnya sudah pernah dengar kisah motivasi berikut ini. Anda mungkin saja merasa itu benar, mengharukan, atau pun inspirasional. Tetapi benarkah itu? Anda berpikir demikian karena Anda cuma dikasih satu macam versi. Versi kedua dan ketiga tidak pernah Anda baca sebelumnya. Berikut ini adalah yang versi pertama yang sudah sering Anda baca di mana-mana:

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada 'raksasa' dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan 'raksasa' itu kecuali 'raksasa' itu menahan dirinya sendiri.”


Anda sehabis membaca kisah ini, merasa WOW, benar sekali, luar biasa, sangat inspiratif? Anda sangat ingin seperti kopi? Tunggu dulu. Coba lihat versi 2 dan versi 3 nya....


Versi 2:
Apakah kamu seperti wortel, yang menghadapi semua kesulitanmu dengan tegar dan keras, dan ketika semua kesulitan berakhir, kamu menemukan kebijaksanaan dan hatimu menjadi lembut dan penuh kasih?

Apakah kamu seperti telur, yang awalnya penuh kasih dan kelembutan, ketika menghadapi semua kesulitan ini, akhirnya dirimu menjadi pedih, pahit dan penuh kebencian di dalam hatimu yang telah menjadi keras dan kaku?

Apakah kamu seperti kopi, ketika menghadapi semua kesulitan ini, menyerah dan pasrah dan membuang semua kesempatan, harta-hartamu dan semua keinginan serta harapanmu kepada kesulitan-kesulitan itu, dan pada akhirnya menjadi ampas yang tidak berguna, tidak seperti wortel dan telur yang makin enak disantap?


Versi 3:
Apakah kamu seperti wortel, yang kelihatan begitu kuat, namun setelah menghadapi berbagai kesulitan, kamu akhirnya menjadi lemah dan berubah menjadi pecundang yang penuh trauma?

Apakah kamu seperti telur, yang begitu rapuh, namun setelah menghadapi semua kesulitan ini, kamu bisa mengatasinya, dan membuat kamu bertambah tabah dan bertambah kuat dalam kehidupan ini?

Apakah kamu seperti kopi, ketika menghadapi semua kesulitan ini, menyerah dan pasrah dan membuang semua kesempatan, harta-hartamu dan semua keinginan serta harapanmu kepada kesulitan-kesulitan itu, dan pada akhirnya menjadi ampas yang tidak berguna, tidak seperti wortel dan telur yang makin enak disantap?

Well, masih ingin seperti kopi?

Tetapi manakah versi yang benar? Saya rasa, pertanyaan tersebut sendiri salah, dan perlu diubah menjadi: Manakah yang lebih anda sukai?

Sumber gambar dari sini

Saturday, May 31, 2008

Jenis Manusia Yang Tidak Pernah Bahagia

Kata orang, sedih dan bahagia datang silih berganti. Tetapi akhirnya saya menemukan jenis manusia yang tidak pernah bahagia. Namanya Investor Saham. Mengapa?

Ketika mereka jual/beli rugi, mereka tentu saja tidak bahagia.
Tetapi bahkan saat transaksi jual/beli untung, mereka tetap saja tidak bahagia.

Alasannya: Sh*t! Mengapa aku sudah lepas pada harga segini! Padahal kalo aku tahan dikit lagi bisa dapat untung segini.... #@$*&%!

Yeeaahhhh, gak pernah bahagia...!
Gambar diambil dari sini

Saturday, April 19, 2008

Beli Jam Tangan 200 Jutaan, Tega Ngga?

Rolex Yatch-Master, harganya ada yang "cuman" IDR 60 jutaan (dan tentunya ada yang jauh lebih mahal lagi), dan rekan saya membelinya. Lalu teman saya yang lain, tega-teganya membeli jam IWC seharga SGD 33.000 (kira-kira 200 jutaan lah), yang secara syirik-tanda-tak-mampu kami plesetkan menjadi ICW (Indonesian Corruption Watch, dimana watch=jam tangan)...

Kalo kita hitung dalam kurs-indomie, maka IDR 200 Juta dibagi dengan indomie yang sebungkusnya kita asumsikan Rp. 1000,- maka akan didapat 200.000 bungkus indomie. Jika setiap makan siang, anda makan indomie sebungkus setiap hari, maka anda akan bisa makan siang selama 200.000 hari atau kasarnya, 555 tahun.

Okelah, kalau diprotes jangan dibandingkan dengan indomie dong, maka kita coba hitung dengan kurs-ayam. Untuk membayangkan seberapa banyak sih IDR 200 juta itu di tangan dia, coba bagi dengan harga ayam, yang misalnya per-ekor kita anggap Rp. 30.000. Kita akan mendapatkan 6.667 ekor ayam; yang kalau dilepaskan di ruang kantor Anda, bisa dibayangkan seperti apa.

Bagaimana kalau pake kurs-cendol?

Ah, sudahlah. Saya cuma ingin mempertanyakan: Tega gak sih, kalian beli jam tangan seharga 200 jutaan?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kalian harus sudah pernah main game RTK (Romance of Three Kingdoms) versi-versi jadul buatan KOEI. Ada yang namanya level dari Charisma. Semakin tinggi kharisma seorang tokoh dalam game tersebut--di samping level dari Intelligent dan Combat Skill nya--semakin gampang dia bernegosiasi dan menang.

Mungkin jam tangan mahal adalah suatu hal yang dapat menambah kharisma seseorang sehingga dalam kehidupannya, terutama di dalam bisnisnya, dia lebih memiliki kemampuan mempengaruhi rekan-rekan bisnisnya tersebut.

Bener gak?

Catatan : Istilah Tachometer atau Tachymeter ternyata adalah fungsi stopwatch. Saya baru tahu setelah baca-baca istilah jam tangan di sini


Disclaimer: harga-harga yang disebutkan di atas mungkin telah mengalami perubahan
Sumber gambar dari sini

Saturday, April 12, 2008

Sirik Tanda Tak Mampu, Arogan Tanda Mampu?

Selalu ada perbedaan tipis antara beberapa hal di bawah ini:
- jujur dan bodoh
- pintar dan licik
- dermawan dan boros
- hemat dan pelit

Bagaimanakah dengan arogan?


Definisi arogan dari The Free Dictionary adalah sebagai berikut:

ar·ro·gant
adj.
1. Having or displaying a sense of overbearing self-worth or self-importance.
2. Marked by or arising from a feeling or assumption of one's superiority toward others: an arrogant contempt for the weak. See Synonyms at proud.
Sementara sinonimnya yaitu proud memiliki definisi sebagai berikut:
proud
adj. proud·er, proud·est
1. Feeling pleasurable satisfaction over an act, possession, quality, or relationship by which one measures one's stature or self-worth: proud of one's child; proud to serve one's country.
2. Occasioning or being a reason for pride: "On January 1, 1900, Americans and Europeans greeted the twentieth century in the proud and certain belief that the next hundred years would make all things possible" W. Bruce Lincoln.
3. Feeling or showing justifiable self-respect.
4. Filled with or showing excessive self-esteem.
5. Of great dignity; honored: a proud name.
6. Majestic; magnificent: proud alpine peaks.
7. Spirited. Used of an animal: proud steeds.
Yang mana hubungan antara arogan dan proud adalah sebagai berikut:
One who is arrogant is overbearingly proud and demands excessive power or consideration
Jadi proud atau kebanggaan berhubungan dengan self-respect, sementara arogan dapat diartikan sebagai kebanggaan yang berlebih-lebihan terhadap diri sendiri dan meminta penghormatan dan perhatian yang berlebih-lebihan juga.

Jadi apakah Sukarno itu arogan? Menurut saya, Sukarno lebih berhubungan kepada self-respect atau proud yang memposisikan diri kita sebagai rakyat Indonesia yang duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, dalam derajat yang sama dengan rakyat dari bangsa mana pun juga.

sumber gambar: Wiki CahAndong

Monday, September 03, 2007

Bioskop Serasa Milik Kita Berdua?

Sungguh keren! Bayangkan begini...

Kamu mendapatkan sebuah amplop berbahan kertas yang tebal dan cantik dengan wangi parfum mahal yang kelihatannya sengaja disemprotkan ke situ. Tidak ada identitas pengirim yang tertera di amplop, walaupun kamu sudah membolak-balik seluruh bagian amplop yang ada. Hanya saja, kamu bisa kira-kira menebak siapa sang pengirim itu; seseorang yang selama ini menjadi pujaan hatimu.

Ketika amplop itu kamu buka dengan hati-hati sekaligus penasaran, tiada apa pun, kecuali selembar kertas berwarna emas. Lagi-lagi kertas yang tidak lazim, yang akhirnya kamu kenali sebagai sehelai tiket bioskop istimewa. Hanya tertera judul filmnya dan namamu, tidak ada tulisan lainnya, yang kelihatannya didisain secara khusus dan mewah hanya untukmu.

Tidak ada no bangku, karena seluruh bangku bioskop yang tersedia telah sengaja dibeli semuanya hanya untuk kamu seorang. Dan kamu penasaran sekaligus merasa terhormat, being so honoured! Pergi dengan pakaian terbaikmu untuk menonton di sana, sekaligus mencari tahu untuk memastikan siapa sih sang pengirim sebenarnya...

Di Bioskop. Ruangan tersebut sepi, tidak ada satu orang pun, kecuali pemutar film yang duduk di belakang ruangan dalam bilik kecil tersendiri yang berada satu lantai di atas studio. Kamu sendirian, dan berjalan pelan memasuki studio, sementara layar mulai memunculkan film yang sedang diputarkan. Kamu memandang sekeliling studio yang sepi temaram, dan kemudian berjalan pelan ke tengah studio dan memilih satu bangku di sana.

Duduk tenggelam dalam cerita dari film yang diputar tersebut, tanpa kamu sadari, seseorang masuk dari pintu studio, tersenyum manis, dan berjalan ke arahmu... Itulah sang pengirim, pujaan hatimu....

Adegan tersebut hanya ada di video klip lagu Andy Lau yang berjudul Chan Mian.

Tetapi sungguh keren, membayangkan diri kita bisa begitu juga. Membooking satu studio, seluruh bangkunya kita bayar. Disain dan buatkan satu tiket spesial, dan kemudian bungkus yang rapi dan hadiahkan ke kekasih hati kita...

Sampai kemudian, ketika Sumarecon Mal Serpong dibuka. Dan saya beserta istri menjadi pengunjung gelombang awal ke mal tersebut. Bioskop 21 nya masih sepi. Bahkan film Harry Potter 5 ngga ada yang ngantri. Bayangkan! Tiket masuk pun hanya 15 ribu kalau senin sampai jum'at.

Maka tiba-tiba saya teringat akan skenario video klip tersebut. Tetapi kali ini dengan rasa yang berbeda. Aneh... Bukan keren. Tapi entah kenapa: merasa tidak aman! Mal baru buka, malam hari, bioskop baru dengan suasana temaram, sunyi-sepi, belum banyak pengunjungnya. Aneh... Mengapa aku kali ini menyukai kalo bioskopnya ramai?

NB: Apakah ini sebabnya mengapa ibu-ibu suka belanjanya di ITC Mangga Dua yang berjubel, berkerumun, padat, dan berdesak-desakan? Hmmm, hipotesa yang menarik, memang. Oh ya, Sumarecon Serpong Mal sekarang telah menjadi mal yang sukses dan sangat ramai pengunjung.

Friday, April 27, 2007

Daun itu berwarna hijau

"Anak-anak,... Apa warna daun....?" Tanya Bu Guru.
"Hijauuuuu.....!" sahut anak-anak SD kelas 3 itu rame-rame.
"Meraaahh, Buuuu..," teriak Siti dari sudut kelas.
"Salah kamu, Siti. Warna daun itu hijau," tegas Bu Guru.
"Merah Bu," Siti ngotot.
"Siti, yang namanya daun itu hijau. Ngga ada daun yang berwarna merah," Bu Guru meninggi suaranya.
"Tapi Bu, itu merah dan saya...," Siti mencoba membantah lagi.
"Udah, diam! Daun warnanya hijau. Kamu ini kenapa bodoh banget sih!" Bu Guru marah.
Siti terdiam. Tidak berani meneruskan lagi.

Tetapi itulah yang sering terjadi. Kita menggeneralisir apa yang diajarkan dan didoktrinasikan ke dalam otak kita sedari kecil sebagai kebenaran. Jika ada yang berbeda, kita selalu menyalahkan perbedaan itu. Apa yang kita tahu, itu yang kita anggap benar. Selalu demikian.

Padahal Bu Guru tidak tahu, Siti baru pulang dari luar negeri, mengikuti ayahnya yang bertugas ke sana selama tiga hari, di musim gugur yang indah, dengan pemandangan yang membuat Siti terpesona disertai guguran daun-daun dari pohon-pohon di taman nasional di sana, dan tentu saja daun itu berwarna merah...

Bu Guru memang belum pernah keluar negeri. Mohon dimaklumi.














sumber image dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tainan


Thursday, February 08, 2007

Handphone Itu Gengsi, Man!

Teman saya mengatakan, ketika dirinya menampilkan hape Nokia 3310 nya di salon, sialan, dia ngga diladenin. Giliran yang bawa Nokia Comunicator 9300, orang tersebut mendapat respek yang baik.

Aneh memang. Di Indonesia, hape adalah alat yang mewakili gengsi, bukan sekedar alat komunikasi.
You're what handphone you hold. Jangan heran, kalo kita bawa hape tipe lama, sering diminta ganti oleh teman-teman. Apalagi bila susah dihubungi, akibat sinyal operator kurang memadai, biasanya yang disalahkan adalah handphone yang kita bawa.

"Udah deh, lu lem biru aje," demikian saran pelanggan saya. Maksud dia itu "dilem biru" adalah singkatan dari "dilempar beli baru" ... ... ...

Komen2 dibawah ini termasuk variannya:
"Hari gene, masih monokrom?"
"Waks, gak bisa muter musik?"
"Eh, gak ada kameranya mana asyik!"
"Gak buat bisa baca Kho Ping Ho ya?"
"Gimana gue ngirim ring-tonenya. Gak blutut."
"Kok gak beli yang bisa buat IM?"

Padahal di luar negeri, sesama Asia (misalnya Malaysia dan Singapure serta Brunai), temen-temen gue pada lapor, di sana rakyatnya masih megang handphone yang kalo menurut ukuran Indo udah kuno banget, tahun kuda gigit besi. Yang penting nyala dan bisa nyambung. Dan mereka asyik aja pake handphone tipe gitu. Yang kalo di Indonesia, lu mungkin malu kalo ketahuan pake itu tipe hape (pakenya sambil sembunyi-sembunyi).

Mengapa di Indonesia bisa begitu? Ngga heran, Nokia Communicator 9500 penjualan paling tinggi di dunia adalah di Indonesia, mencapai 40 persen dari total penjualan. Mungkin tahu kalo di Indo lebih penting gengsi daripada fungsi. Beragam feature yang ada dari handphone elo yang sekarang lu pakai, paling yang dimanfaatin cuma hitungan jari. Banyakan feature-nya mubazir dan ngga pernah dipakai. Mungkin malah bingung mau pakainya kalo ditanya. Itulah Indonesia. Tanya kenapa.....

Dan sekarang jaman 3G, lagi-lagi di Indonesia, peluncurannya disambut antusias. Penjualan handphone berbasis 3G meningkat. Bandingkan dengan Eropa yang ngga laku. Mereka lebih suka wi-fi. 3G benar-benar gatot (gagal total). Bahkan penemu telpon seluler, Martin Cooper, mencemaskan masa depan 3G ini.

Tenang aja Mr. Cooper. Ini Indonesia. Sekali lagi, itulah Indonesia....Tanya kenapa.....


Friday, July 28, 2006

Superman Gak Perlu-perlu Banget Return, lah !


Review singkat blog Herman Saksono dan Benny Chandra tentang kembalinya kolor merah ini, membuat saya bertanya-tanya, benarkah film Superman Return yang awalnya membuat saya antri namun tetap kehabisan tiket ini, benar-benar tidak layak tonton.

Tapi beneran, selain Superman yang telah meng-emboss tulisan S-yang terkenal itu-di dadanya (entah Superman habis jahit di tailor mana), dan mempunyai anak hasil hubungan gelap (baca: hub di luar nikah) dengan Lois yang baru ketahuan pada akhir film (atau setidak-tidaknya telah diduga begitu saat anak itu berhasil mendorong piano!), serta efek-efek yang lebih dramatis tetapi more-realistic (kibaran baju dan rambut selagi terbang, atau rangseknya hidung dan pengkerutan badan pesawat akibat Hukum Newton tentang Kelembaman ketika Superman menahan laju jatuhnya pesawat dimaksud di sebuah stadion olahraga), nothing special !

Just another usual melo-drama! Ya, benar! Film ini bukan film action, toh, semua kehebatan kolor-merah ini sudah kita ketahui, ngga ada yang baru. Jelas-jelas film drama.
Antrian tiket, ternyata lebih banyak dibeli orang tua dengan anak-anak yang sedang libur sekolah, ditambah anak-anak ABG yang ingin menonton wajah ganteng-komikal dari
Brandon Routh -- Asli! Alur film ini ketolong banget ama tampangnya.

Akhirnya saya setuju dengan mereka: Superman emang gak perlu-perlu banget return, lah!




Catatan Kecil: Christopher Reeve, pemeran Superman sebelumnya, merupakan Superman sesungguhnya dalam kehidupan nyatanya. Beliau mengalami kelumpuhan sewaktu kompetisi berkuda, dan tanpa pernah kehilangan semangat hidupnya, walaupun lumpuh pada keseluruhan badannya sehingga hanya kepala terutama bagian mukanya saja yang bisa digerakkan, telah menginspirasikan banyak orang lumpuh untuk terus maju dan hidup. Suatu karya yang luar biasa, yang ia dedikasikan terus sampai ketika dunia harus kehilangan orang sehebat ini pada usianya yang ke-52. Christopher Reeve adalah Superman yang sesungguh-sungguhnya. Posted by Picasa