Wednesday, November 21, 2007

Celah di Aturan Isi Ulang Power Card Time Zone








Jika sering membawa anak Anda untuk bermain di Time Zone, maka sebaiknya beli kartu plastik (Power Card) yang bisa diisi ulang.

Aturan pengisian ulang nilai rupiah Power Card di Time Zone:
#Jika mengisi sampai 60.000, maka akan ditambahkan bonus 5% nilai rupiahnya
#Jika mengisi di atas 60.000, maka akan ditambahkan bonus 10%

See something?

Ya, bener!
Saya minta diisi 61.000. Artinya dengan tambahan 1.000 rupiah, saya mendapatkan bonus 6.100. Atau selisih 3.100, jika saya hanya mengisi 60.000 (bonusnya 5% saja; setara dengan 3.000)

Tetapi yang saya bingung, mengapa operator pengisian Time Zone suka tersenyum sinis, jika saya mengisi sejumlah itu. Saya kan tidak minta diisi 60.100 atau 60.050! Aneh...

Wednesday, September 12, 2007

Sinetron Mawar

Question: Mengapa keluarga Mawar itu miskin?

Answer: Karena duitnya habis buat beli kosmetik mahal seperti Clinique dan lain-lain (lihat foto di bagian latarnya)




Disclaimer: Karena saya gak pernah ngikutin cerita sinetron ini, tetapi kebetulan sekilas lihat setting latar belakangnya, ini sangat mengganggu logik saya. Mungkin ada yang bisa konfirmasi itu latar belakang setting rumahnya siapa?

Monday, September 10, 2007

The Alamak of Dance Revolution

Jika seorang ibu menggendong anaknya dengan sarung gendongan dalam mencari sesuap nasi, kita kadang merasa terenyuh dan terharu...

Tetapi jika seorang ibu menggendong anaknya dalam sarung gendongan sampai anak tersebut tergoncang-gocang, karena ibunya main Dance Revolution di Time Zone, apa komentar Anda?

Monday, September 03, 2007

Bioskop Serasa Milik Kita Berdua?

Sungguh keren! Bayangkan begini...

Kamu mendapatkan sebuah amplop berbahan kertas yang tebal dan cantik dengan wangi parfum mahal yang kelihatannya sengaja disemprotkan ke situ. Tidak ada identitas pengirim yang tertera di amplop, walaupun kamu sudah membolak-balik seluruh bagian amplop yang ada. Hanya saja, kamu bisa kira-kira menebak siapa sang pengirim itu; seseorang yang selama ini menjadi pujaan hatimu.

Ketika amplop itu kamu buka dengan hati-hati sekaligus penasaran, tiada apa pun, kecuali selembar kertas berwarna emas. Lagi-lagi kertas yang tidak lazim, yang akhirnya kamu kenali sebagai sehelai tiket bioskop istimewa. Hanya tertera judul filmnya dan namamu, tidak ada tulisan lainnya, yang kelihatannya didisain secara khusus dan mewah hanya untukmu.

Tidak ada no bangku, karena seluruh bangku bioskop yang tersedia telah sengaja dibeli semuanya hanya untuk kamu seorang. Dan kamu penasaran sekaligus merasa terhormat, being so honoured! Pergi dengan pakaian terbaikmu untuk menonton di sana, sekaligus mencari tahu untuk memastikan siapa sih sang pengirim sebenarnya...

Di Bioskop. Ruangan tersebut sepi, tidak ada satu orang pun, kecuali pemutar film yang duduk di belakang ruangan dalam bilik kecil tersendiri yang berada satu lantai di atas studio. Kamu sendirian, dan berjalan pelan memasuki studio, sementara layar mulai memunculkan film yang sedang diputarkan. Kamu memandang sekeliling studio yang sepi temaram, dan kemudian berjalan pelan ke tengah studio dan memilih satu bangku di sana.

Duduk tenggelam dalam cerita dari film yang diputar tersebut, tanpa kamu sadari, seseorang masuk dari pintu studio, tersenyum manis, dan berjalan ke arahmu... Itulah sang pengirim, pujaan hatimu....

Adegan tersebut hanya ada di video klip lagu Andy Lau yang berjudul Chan Mian.

Tetapi sungguh keren, membayangkan diri kita bisa begitu juga. Membooking satu studio, seluruh bangkunya kita bayar. Disain dan buatkan satu tiket spesial, dan kemudian bungkus yang rapi dan hadiahkan ke kekasih hati kita...

Sampai kemudian, ketika Sumarecon Mal Serpong dibuka. Dan saya beserta istri menjadi pengunjung gelombang awal ke mal tersebut. Bioskop 21 nya masih sepi. Bahkan film Harry Potter 5 ngga ada yang ngantri. Bayangkan! Tiket masuk pun hanya 15 ribu kalau senin sampai jum'at.

Maka tiba-tiba saya teringat akan skenario video klip tersebut. Tetapi kali ini dengan rasa yang berbeda. Aneh... Bukan keren. Tapi entah kenapa: merasa tidak aman! Mal baru buka, malam hari, bioskop baru dengan suasana temaram, sunyi-sepi, belum banyak pengunjungnya. Aneh... Mengapa aku kali ini menyukai kalo bioskopnya ramai?

NB: Apakah ini sebabnya mengapa ibu-ibu suka belanjanya di ITC Mangga Dua yang berjubel, berkerumun, padat, dan berdesak-desakan? Hmmm, hipotesa yang menarik, memang. Oh ya, Sumarecon Serpong Mal sekarang telah menjadi mal yang sukses dan sangat ramai pengunjung.

Wednesday, August 22, 2007

Deja Vu, Apaan Sih?

Apaan sih Deja Vu itu?
Kok sepertinya saya pernah ditanya tentang hal ini sebelumnya?
Hihihi

Klik di wikipedia dan di sini untuk mendapatkan definisi tentang Deja Vu
Gambar diambil dari sini


Saturday, April 28, 2007

Metode Pembodohan Dalam Diskusi

Seringkali, ketika mengikuti milis, kita menjumpai banyak perdebatan antar anggota, dan kadang kala perdebatan itu menjurus ke arah tidak sehat; kebanyakan dengan gejala-gejala yang menggunakan metode-metode pembodohan. Perdebatan yang semula menggunakan data, fakta-fakta dan statistik, yang bertujuan untuk mendapatkan kebenaran empiris, kemudian dikotori taktik-taktik kotor dengan metode pemutarbalikan logika yang sangat tidak mendasar.


Tulisan ini saya dapatkan di milis juga, yang saya liat menarik untuk dimuat di blog saya.

Ada pun metode-metode pembodohan tersebut adalah:

#1. Ad Hominem
Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta/ reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.

#2. Appeal to Ignorance (Argumentum ex silentio)
Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu. Misalnya : Kita tidak memiliki bukti bahwa tidak ada kecurangan, maka berarti ada kecurangan. Padahal, ketidaktahuan akan sesuatu hal tidak menyatakan bahwa sesuatu itu ada atau pun tidak ada.

#3. Appeal to Belief
Bila anda tidak memiliki kepercayaan, maka anda tidak akan mengerti. Bila seorang pendebat berdasarkan pada kepercayaan sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi.
Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan.

#4. Argument from Authority (Argumentum ad verecundiam)
Menggunakan kata-kata "para ahli" atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk men-support argumen itu. Misalnya : Profesor Anu mengatakan bahwa teori ini adalah betul. Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence di belakangnya.

#5. Argument from Adverse Consequences
Argumen bahwa pendapat lawan debat adalah salah, karena jika i abenar, akan terjadi hal-hal yang bruruk. Misalnya : Semua terdakwa pembunuhan terhadap istrinya di pengadilan haruslah bersalah, sebab jika tidak, maka suami2 akan terdorong untuk membunuh istrinya.

#6. Menakut-nakuti (Argumentum ad Baculum)
Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut. Misalnya: Bila Anda tidak percaya kepada hal ini, maka akan masuk neraka.

#7. Argumentum ad Ignorantiam
Argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang. Misalnya: Pernyataan bahwa saya pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan salah.

#8. Argumentum ad populum
Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan. Misalnya: Tindakan dilakukan dengan tujuan ekonomi dan/atau kekuasaan, tetapi yang digemborkan malah issue SARA.

#9. Bandwagon Fallacy
Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang mempercayainya demikian. Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu. Misalnya: Sebagian besar orang percaya pada teori ini, maka teori ini pasti benar.

#10. Begging the question
Mengantisipasi jawaban. Misalnya: Kita harus mendorong generasi muda kita untuk melaksanakan ritual kepercayaan ini untuk meningkatkan moralitasnya. Tetapi apakah ritual kepercayaan tersebut benar-benar menyebabkan pertumbuhan moral ? Ataukah karena sebab yang lain ???

#11. Circular Reasoning (Petitio Principii)
Kesalahan dalam logika yang diakibatkan oleh repetisi dari penyataan dan kesimpulannya. Misalnya: Orang yang bisa masuk Universitas A pastilah orang yang pintar, sebab hanya orang pintar yang bisa masuk Univeristas A.

#12. Confusion of Correlation and Causation
Misalnya: Mayoritas dari orang-orang sukses di dunia beragama A. Maka masuklah Agama A, Anda pasti sukses. Atau anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas ketika ia dewasa.
Tetapi apakah program di TV itu menyebabkan kekerasan ataukah anak-anak yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV ???

#13. Half Truths
Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan menyembunyikan sebagian fakta/ kebenaran.

#14. Communal Reinforcement
Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang reasonable.

#15. Non-Sequitur
Nggak nyambung. Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis atau pun evidence/ fakta. Misalnya: Gunawan tinggal di dalam gedung yang besar. Kalau begitu apartemen Gunawan pasti besar.

#16. Post Hoc, Ergo Propter Hoc
Itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya. Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu.
Misalnya: Seseorang menjadi sakit setelah pergi ke Tempat Ibadah Agama A, maka Tempat Ibadah Agama A adalah tempat iblis. Orang itu sembuh dari penyakitnya, setelah didoakan oleh orang-orang yang beragama B.
Padahal sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Tempat Ibadah Agama A. Demikian pula, sembuhnya tidak disebabkan oleh doa yang dilakukan orang-orang yang beragama B.

#17. Red Herring
Sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan.

#18. Statistic of Small Number
Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya. Misalnya: Setelah orang pindah ke agama A, hidupnya jadi menderita. Berarti agama A itu sesat.

#19. Straw Man (Fallacy Of Extension)
Manusia jerami. Membuat suatu skenario yang salah image yang menyesatkan, kemudian menyerangnya.

#20. Dua Salah Menjadi Benar (Tu Quoque, You Too)
Misalnya: Siapakah kamu yang mengatakan saya demikian apabila kamu juga begitu. Saya mencoba menjustify apa yang saya lakukan dengan melemparkan kesalahan yang sama pada Anda sebagai teman diskusi saya.

#21. Observational Selection
Menggembar-gemborkan kejadian yang menguntungkan dan menutupi kejadian yang merugikan. Ketika ada orang yang sukses setelah orang itu pindah ke agama A, diadakan kesaksian yang disebarkan kemana-mana. Sedangkan kalo ada orang yang jatuh bangkrut setelah masuk Agama A, ditutup-tutupi.


sumber gambar diambil dari sini

Friday, April 27, 2007

Mengapa Kartini Selalu Harus Berbaju Daerah

Kartinian 2006, (c) 2006, ulysee_meYeah....
Mengapa?
Mengapa merayakan Kartini harus selalu dengan baju daerah? Terkadang harus baju daerah tertentu lagi.

Apakah Kartini itu identik dengan baju daerah, riasan2 tebal, dan long march ke jalan-jalan? Di mana anak-anak TK dan SD dijejerkan ke dalam barisan-barisan rapi untuk diperlihatkan kepada orang-orang?

Memahami Kartini adalah memahami sebuah pembebasan. Pembebasan dari sugesti hipnosis alam bawah sadar tentang kemanusiaan, yang mana ketika perempuan dipola untuk berpikir bahwa mereka mempunyai derajat lebih rendah daripada laki-laki; Kartini memperjuangkan kesetaraan.

Kartini mencoba menyadarkan kita bahwa kata-kata "
Di balik setiap lelaki sukses ada seorang istri yang bijaksana" adalah sebuah hipnotis alam bawah sadar yang secara tidak sadar kita patuhi, dan mentransformasikannya menjadi "Di samping setiap lelaki sukses ada seorang istri yang bijaksana"

Jika demikian, lalu segala macam perayaan fashion show yang mencoba membonsai semangat Kartini ke dalam riasan-riasan tebal pada muka anak-anak TK dan SD menjadi perlu kita pertanyakan. Kecuali itu adalah sebuah excuse untuk mendapatkan tambahan satu hari libur lagi, then I have nothing to say.

Daun itu berwarna hijau

"Anak-anak,... Apa warna daun....?" Tanya Bu Guru.
"Hijauuuuu.....!" sahut anak-anak SD kelas 3 itu rame-rame.
"Meraaahh, Buuuu..," teriak Siti dari sudut kelas.
"Salah kamu, Siti. Warna daun itu hijau," tegas Bu Guru.
"Merah Bu," Siti ngotot.
"Siti, yang namanya daun itu hijau. Ngga ada daun yang berwarna merah," Bu Guru meninggi suaranya.
"Tapi Bu, itu merah dan saya...," Siti mencoba membantah lagi.
"Udah, diam! Daun warnanya hijau. Kamu ini kenapa bodoh banget sih!" Bu Guru marah.
Siti terdiam. Tidak berani meneruskan lagi.

Tetapi itulah yang sering terjadi. Kita menggeneralisir apa yang diajarkan dan didoktrinasikan ke dalam otak kita sedari kecil sebagai kebenaran. Jika ada yang berbeda, kita selalu menyalahkan perbedaan itu. Apa yang kita tahu, itu yang kita anggap benar. Selalu demikian.

Padahal Bu Guru tidak tahu, Siti baru pulang dari luar negeri, mengikuti ayahnya yang bertugas ke sana selama tiga hari, di musim gugur yang indah, dengan pemandangan yang membuat Siti terpesona disertai guguran daun-daun dari pohon-pohon di taman nasional di sana, dan tentu saja daun itu berwarna merah...

Bu Guru memang belum pernah keluar negeri. Mohon dimaklumi.














sumber image dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tainan


Thursday, February 08, 2007

Handphone Itu Gengsi, Man!

Teman saya mengatakan, ketika dirinya menampilkan hape Nokia 3310 nya di salon, sialan, dia ngga diladenin. Giliran yang bawa Nokia Comunicator 9300, orang tersebut mendapat respek yang baik.

Aneh memang. Di Indonesia, hape adalah alat yang mewakili gengsi, bukan sekedar alat komunikasi.
You're what handphone you hold. Jangan heran, kalo kita bawa hape tipe lama, sering diminta ganti oleh teman-teman. Apalagi bila susah dihubungi, akibat sinyal operator kurang memadai, biasanya yang disalahkan adalah handphone yang kita bawa.

"Udah deh, lu lem biru aje," demikian saran pelanggan saya. Maksud dia itu "dilem biru" adalah singkatan dari "dilempar beli baru" ... ... ...

Komen2 dibawah ini termasuk variannya:
"Hari gene, masih monokrom?"
"Waks, gak bisa muter musik?"
"Eh, gak ada kameranya mana asyik!"
"Gak buat bisa baca Kho Ping Ho ya?"
"Gimana gue ngirim ring-tonenya. Gak blutut."
"Kok gak beli yang bisa buat IM?"

Padahal di luar negeri, sesama Asia (misalnya Malaysia dan Singapure serta Brunai), temen-temen gue pada lapor, di sana rakyatnya masih megang handphone yang kalo menurut ukuran Indo udah kuno banget, tahun kuda gigit besi. Yang penting nyala dan bisa nyambung. Dan mereka asyik aja pake handphone tipe gitu. Yang kalo di Indonesia, lu mungkin malu kalo ketahuan pake itu tipe hape (pakenya sambil sembunyi-sembunyi).

Mengapa di Indonesia bisa begitu? Ngga heran, Nokia Communicator 9500 penjualan paling tinggi di dunia adalah di Indonesia, mencapai 40 persen dari total penjualan. Mungkin tahu kalo di Indo lebih penting gengsi daripada fungsi. Beragam feature yang ada dari handphone elo yang sekarang lu pakai, paling yang dimanfaatin cuma hitungan jari. Banyakan feature-nya mubazir dan ngga pernah dipakai. Mungkin malah bingung mau pakainya kalo ditanya. Itulah Indonesia. Tanya kenapa.....

Dan sekarang jaman 3G, lagi-lagi di Indonesia, peluncurannya disambut antusias. Penjualan handphone berbasis 3G meningkat. Bandingkan dengan Eropa yang ngga laku. Mereka lebih suka wi-fi. 3G benar-benar gatot (gagal total). Bahkan penemu telpon seluler, Martin Cooper, mencemaskan masa depan 3G ini.

Tenang aja Mr. Cooper. Ini Indonesia. Sekali lagi, itulah Indonesia....Tanya kenapa.....


Monday, January 29, 2007

Iklan Gudang Garam Merah - Edisi Kereta Api

Seorang pemuda bercelana jeans dengan tas ransel di pundak berlari-lari di sebuah stasiun KA untuk mengejar waktu agar dapat membeli karcis. Tepat waktu, dapat karcis, dan ketika dia menoleh ke kanan (menghadap kamera), dia melihat seorang bapak sedang membeli karcis dengan calo.

Berikutnya, ketika pemuda tersebut sudah duduk, setelah bersusah payah mencarinya--saat itu juga muncul seorang ibu tua yang mencari tempat duduk. Ketika ibu tua tersebut sampai pada bapak-bapak yang membeli karcis dari calo tersebut, tampak bapak tersebut malu dan mengangkat korannya lebih tinggi (entah dibaca dia atau tidak).

Akhirnya, si pemuda (yang tentunya perokok Gudang Garam Merah) memberikan tempat duduknya kepada ibu tua tersebut, dan keluarlah jingle: Buktikan Merahmuuuuuuuu.....

Keren abis. Seorang pahlawan muncul lagi.... Sampai ketika kita berpikir sebentar.....

Mengapa yang dipersalahkan adalah Bapak yang membeli karcis dari calo?
Apakah seseorang yang membeli karcis dari calo tidak berhak mendapat tempat duduk?
Lebih lanjut lagi, mengapa kalau sudah tidak ada tempat duduk, karcis masih dapat dijual?
Mengapa ibu tua tersebut masih dapat membeli karcis, jika tempat duduk sudah tidak tersedia? Apakah karcis dari calo tersebut palsu, atau karcis ibu tua tersebut yang palsu?

Jika pun demikian, mengapa yang lain tidak disorot pura-pura malu juga karena tidak memberikan tempat duduk kepada seorang wanita tua yang membutuhkannya, tetapi mengapa mesti Bapak yang membeli karcis dari calo itu seorang yang dipersoalkan?

Dan, anehnya, iklan tersebut tidak sekalipun berani menyorot petugas KA yang seharusnya bertanggung jawab soal kejadian tersebut. Merekalah yang seharusnya mengangkat koran tinggi-tinggi menutupi mukanya.

Aneh. Kasus klasik dari pengalihan permasalahan dan tanggung-jawab, dan itu ada dalam mindset seorang konseptor iklan loh, yang artinya mindset dari masyarakat!

Money Matters

Quote #1
"Uang bukanlah segala-galanya,
Tapi tanpa uang, segala-galanya tidak ada"

Quote #2
"Uang bukanlah sumber dari segala kejahatan,
Tiada uang, itulah sumber dari segala kejahatan"


Cool juga beberapa quote tentang uang di atas.


Thursday, December 21, 2006

Inbox 4000-an message

Inbox email saya 4000-an mail belum dibuka
Belum sempat dibaca dab di-reply
Sorry banget bagi yang belum terima reply
Atau ada kabar2 penting yang gak saya respon.

Maaf ya,
Saya akan secepatnya dalam beberapa hari ini membaca semuanya









Update, 25 Januari 2007

Udah nembus angka di atas 7500-an. Akhirnya......
Gimana cara bacanya ya?

Any suggestion?



Tuesday, November 21, 2006

SMS Berantai - Sebuah Keprihatinan

Sri P**s mimpi bertemu dgn T***n Y***s dan ia berpesan supaya umatnya kuat beribadah sebab dunia sudah tua kiamat sudah dekat! Siapa yg menerima sms harus kirim kepada 10 saudara dan temanmu.Maka kamu akan memdapat rejeki yg melimpah dan apa bila kamu abaikan akan mendapat kesulitan silih berganti.Amin

Minggu lalu saya terima sms macam ini. Dan saya abaikan.

Kemudian setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk membalas (bukan mem-forward) teman saya yang mengirimkan sms tersebut dengan suatu pernyataan sikap prihatin. Mengapa?

Sebenarnya cukup sering sms berantai seperti ini yang masuk ke inbox hape saya. Tetapi di satu tahun terakhir saya sudah jarang menerimanya, karena saya selalu mereply mereka dengan satu pernyataan sikap yang tegas. Mungkin mereka berpikir lebih baik gak usah kirim saya sms model begitu lagi, daripada diomelin. Hehehe...

Mulai dari sms yang mencantel nama-nama besar dari J (Agama K), GY (Agama B), TPK (Agama Khc), BM (Agama K): semuanya sama, Anda harus teruskan sms ini dan dapat berkah rahmat luar biasa, kalo ngga siap-siap terima kesialan.

Saya berpikir, bukankah dalam setiap agama diajarkan, untuk mendapatkan keselamatan, berkah dan rahmat, keberuntungan dan kebahagiaan adalah dengan berbuat kebajikan. Demikian sebaliknya. Jika kita tanam mangga, tidak mungkin berbuah durian.

Lalu dengan mengharapkan berkah, hanya dengan--bayangkan--mengirim sms saja, lalu kita bisa beroleh berkah, selamat dan keberuntungan, sungguh ajaib, hebat dan luar biasa. Mungkinkah itu?

Dan kalau sampai tokoh agama di atas menghukum kita hanya karna kita tidak mengirim sms, masihkah pantas mereka bertindak selaku tokoh agama yang mengajarkan belas kasih dan rahmat keselamatan, yang pantas dipuja dan dihormati?

Pikirkan itu.

Karena saya berpikir, mengabaikan teman saya yang mengirimkan sms ke saya tidak baik, juga mendiamkan masalah sms berantai ini terhadapnya tidak sehat, saya me-reply-nya dengan mengatakan bahwa:

Junjungan kita tersebut tidak mungkin akan menghukum kita karna tidak mengirim sms ke-10 teman yang lain, berkah rejeki dan keselamatan tidak didapat dengan mengirim sms, melainkan dengan banyak beramal kebaikan. Justru dengan ikut menyebarkan sms yang sebenarnya berisi ancaman kepada penerima, kita telah ikut menyebarkan ketakutan, atau setidak-tidaknya kebodohan untuk mempercayai hal demikian, dan justru ini malah menambah karma buruk yang mengakibatkan penderitaan bagi kita yang menyebarkannya.

Tuesday, September 26, 2006

Blog List

Since people somehow always asking about other's blog's urls, i think it's a great idea gathering all my links into one spot. And here they are...


Nama, Blog, Description (kalo ada), dan friendster (juga kalo ada)
------------------------------------------------------------------------
- abdi januar putra, abe poetra
- aishite_tris, aishite tris nan4
- avekarly, my journey, friendster
- brianz_liu, orat oret
- ewin_pnm, win's blog
- femmy, femmy
- herman saksono, hormon's blog

- intan, little note from little ntan
- jee_wolf, jee motion
- joelie_lie, borneo sky
- mastergunaone, la vida rana, kisah perjalanan katak keluar tempurung
- ming, pieces of ming85
- mui_sing, coretan sing
- nany_oey, l'amour n'est pas parce que mais malgre
- nany_oey, ling's dreams, catatan mimpi2 nany sbg sarana penyembuhan
- robby wirja, robby's multiply site, friendster
- tika, tika banget
- tongki gading, tongki photography, koleksi foto tongki
- ulysee_me, julie's mutiply site
- sariputra22, friendster
- simungil2001, my blog
- vadisworld, my way my world, friendster
- yvonne, my blog, friendster


updated, 26 September 2006

Tuesday, September 19, 2006

Bahasa Error Jakarta

Bagi yang baru datang di Jakarta, pasti akan terkagok-kagok dengan errornya bahasa yang dipakai di Jakarta. Tak jarang, sampai bengong-bengong sendiri. Bahkan dalam kondisi yang sangat penting, bisa-bisa amburadul karna gak ngerti bahasa error Jakarta ini.

Pernah, ketika menanyakan alamat, saat baru awal-awal di Jakarta:
"Siang, Pak. Tahu gak dari sini ke Grogol naik bus apa?"
"Taaauuuukkk," jawab Bapak itu dengan logat panjang khas Jakarta.
Sambil kita bengong menunggu petunjuknya, eh dengan tenang Bapak itu melangkah pergi...
Rupanya Tau artinya sama dengan Tidak Tahu. Error deh...

Lalu, definisi kata suka bisa menggantikan kata sering. Misalnya:
"YM 8 gue kok suka nge-hang ya?"
"Komputer gue suka restart sendiri loh"
"Gue gak suka naik bus, soalnya suka mabuk darat!"

Kemudian, adalah penggunaan kata
Kita dan Kita-kita (beserta kawan-kawannya)
Misalnya neh, Ibu kost ngumpulin anak2 kost.
"
Lu orang, ya, udah kita ingatin, jangan buang pembalut ke dalam toilet! Tahu gak, kita musti keluarin biaya berapa buat beresin sumbat akibat ulah lu orang!"
Kemudian, Amir cowok satu2nya di sono berdiri dan berkata, "Wah,
kita sih gak pake pembalut deh, sorry ada ujian." Lalu ngeloyor masuk ke kamarnya.
"Ngga kok tante, " ujar Angel membela diri kelompoknya, "
Kita-kita gak pernah buang pembalut ke dalam lubang toilet. Gue orang, buang ke tong sampah kok, ya gak teman2..."

Jadi
kita itu maksudnya saya atau kami. Lu orang itu artinya kalian, dan kita-kita atau gue orang menggantikan kata kami. Dooohhh, reseh banget bahasanya.

Nah, lanjut ke kat
a bebas. Bebas Parkir. Apa tuh artinya? Bebas atau gratis untuk parkir? Bebas untuk parkir sesuka gue? Atau malahan: Tidak boleh Parkir? Bandingkan dengan kata "Daerah Bebas Becak". Kalau Parkir Bebas? Nah, gimana lagi tuh?

Terakhir adalah kata
Cabang. Kalau BCA Cabang Pondok Gede. Artinya, BCA tersebut merupakan pembukaan cabang baru yang berlokasi di Pondok Gede. Tapi kadang kita lihat: Lomie Kangkung Cabang Pinangsia, padahal lokasinya di Grenvil. Bakmi Kepiting cabang Jayakarta, padahal lokasinya berada di Gading Serpong.

Nah, error kan bacanya!

Saturday, September 16, 2006

Faktor MacGuffin

sumber image dari http://www.livedesktop.ws/Wallpapers/Movies/Ronin/Ronin_0000_Reduced.jpgKadang ada saat-saat di mana kita membaca sebuah novel, kita merasa bosan untuk melanjutkan, atau dengan mengumpulkan segenap kehendak barulah kita bisa dengan enggan melanjutkan membaca. Ini bukan soal cara bercerita (maksudnya: diksi). Juga bukan soal ceritanya gak menarik.

Karna novel-novel bagus selalu membuat kita terus membaca dan terus dan terus (maaf, meminjam bahasa iklan). Bahkan, ketika mata sudah tidak mau bekerjasama, tapi toh ada urgensi untuk menyelesaikan bacaan tersebut.

Dari sekian banyak hal, salah satunya adalah Faktor MacGuffin. Sederhananya, itu adalah faktor pengikat keseluruhan cerita. Faktor ini bisa jadi tidak begitu penting sebagai inti cerita, tetapi ia berfungsi untuk menjalin bagian satu dengan bagian lainnya.

Dalam
Galau Putri Calon Arang (yang bisa dibaca reviewnya dengan klik di sini), faktor MacGuffinnya adalah rahasia ilmu teluhnya. Sementara di film Ronin, ia berupa sebuah koper yang entah apa isinya. Kalau Ko Ping Ho? Bacaan-bacaan lainnya? Silahkan berburu sendiri faktor MacGuffin dari situ.

Jadi jangan heran, mengapa beberapa bacaan terasa harus dihabiskan, sementara sisanya menuntut perjuangan.


Links lainnya:
Baca juga tentang Faktor MacGuffin dari blog lainnya

Saturday, September 09, 2006

Cuman Clear Cache Doang

Beberapa minggu ini blog saya, gak bisa munculin jumlah komentar dengan benar pada homenya. Kemudian juga gak bisa menampilkan komentar pada saat kita klik page-nya. Saya pikir dosa apa ya? Saya republish berkali-kali untuk mengupdate blog saya agar tampil dengan baik dan benar secara murni dan konsekwen.

Iseng, tadi 15 menit yang lalu saya buka blog saya dari komputer lain. Wah ternyata bisa tampil seyogyanya sebagaimana mestinya sebenar-benarnya tanpa paksaan dari pihak manapun.

Berarti........ (dosa saya adalah.....)

Akhirnya saya coba clear cache Mozilla. Bener! Beres! Saya gak usah ngoprek scriptnya dari template lagi (Thanks anyway atas sarannya untuk ngoprek template, Gun)

Demikian blog ini saya sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan banyak terima kasih.

Hormat saya...

(weleh, malah jadi menulis surat perusahaan)


Thursday, September 07, 2006

#@*%$! 378 banget, Trbc ternyata perempuan !

0856-xxx-sekian sekian. Tut...tut...tut...

"Eh halo..bentar..gu..", suara cewe yang terburu2!
"Eeh, ini trbc (bukan nama sebenarnya, juga bukan id sebenarnya) ya...", kaget saya, Waks!
"Eh, bentar..gue lagi check-in, ntar gue bel ya, gue udah telat neh!", suara cewe itu lagi.
"Oh oh iya...", saya iya-in aja sambil masih bengoooooooongggg...

Saya cek lagi ke nomor yang barusan saya dial. Bener! Nomornya trbc nyet-nyet ini. Tapi kok suaranya suara perempuan gitu. Lah!!! Watatita..! Tapi tadi nyet-nyet gak bingung kok sewaktu saya nyebut nama trbc.


Dooooooonnngggg (belnya si mungil di conf yg biasa berbunyi!)
Dalam sepersekian detik, lebih cepat dari kecepatan Ksatria Baja Hitam berubah, tetapi masih lebih lambat dari Space Cop Gaban, tiba2 saya sadar saya sudah ketepu selama beberapa tahun. Selama ini si trbc nyet-nyet ini ternyata bukan laki-laki!

Saya sms: "Lu cewek ya?" (karena mungkin dia masih terburu2 check in, saya sms aja dulu).
"Bencong", jawaban reply-nya.
Lalu saya tertawa dan tertawa dan tertawa. Untung gak kedengaran orang di luar mobil, karena juga sedang berjalan di tol. Kalau nggak, saya bisa dikira sakjiw.

Beberapa saat kemudian, baru kita ngobrol, sambil saya sumpah-sumpahin. Ternyata emang bener. Tapi syukurlah nomer ketipu saya sudah masuk urutan belasan. Banyak juga korban trbc nyet-nyet ini. Beberapa nama korban keluar dari "nyanyian" nya. (Heran, kenapa kalo untuk urusan kayak begini selalu dibilang bernyanyi ya?). Hahahahaha. Ngga! Kalo kalian harap saya sebutin nama2 korban 378 trbc, jangan nanya saya. Hahahaha (sok etis)!

Saya bener-bener gak nyangka tukang tepu masih bisa ketepu. Selama bertahun2 lagi. Padahal jam ngobrol kita udah terlalu tinggi. Masih aja saya gak ngeh selama ini.

Selesai ngobrol lalu saya bel si Mongkius (bukan nama atau id sebenarnya juga, tapi well, kalian tahulah siapa...hehehe). Mongkius bersumpah bahwa dia mengira saya udah tahu. Demikian juga saya pikir temen2 yang lain berpikir bahwa saya udah ngeh selama ini, jadi gak pernah diobrolin.

"Lu aja yang begok, ampe kayak gini!" kesimpulan si Mongkius. Aaarrrgghhh! Pantesan korban kekerasan rumah tangga di Indonesia susah melapor. Korban lagi yang bersalah. Bukan pelakunya. Saya menghayal kalo Mongkius jadi hakim atau aparat gimana ceritanya ya? Hehehehe.

Terakhir, saya kasih tahu istri: "Walah, ternyata si Trbc tuh cewe selama ini. Trbc yang kemaren mau ke Mangga Dua itu". Istri saya juga tertawa ngakak dan mengatakan "Makanya ngga semua yang lu denger di conf tuh bener!" Padahal kata-kata itu kan yang sering saya ucapin ke Tris tiap kali conference Yahoo Messenger.

Akhirnya, kembali terbukti memang betul seperti blast-nya saya:

"Yang terlihat bukanlah seperti yang sesungguhnya. Yang sesungguhnya bukanlah seperti yang terlihat"


Update, 9 September 2006:
Hehehe, biar bagaimana pun juga, si trbc ini tetep seorang yg seru, gaul, gak bikin bete, gak jasjus, serta temen yg fun, funky dan menyenangkan.

Saturday, September 02, 2006

Giant + Mandiri = Antrian Gila

pic 1. Yang lagi ngantri di kasir


pic 2. Ini seh beli buat jualan lagi neh indomienya. Konsumsi sendiri gak mungkin habis


pic 3. Antrian udah sampai ke lorong2 di semua lorong


Variabel Input:

  1. Giant Ulang Tahun, tgl 25 Agustus
  2. Bank Mandiri kasih diskon sampe 25% untuk belanja di Giant


Result:


  1. Jalanan di Serpong macet, akibat sore jam pulang kerja + antrian mobil untuk parkir ke dalam Giant
  2. Sesudah itu musti antri keranjang belanjaan. Bahkan banyak yang sampai rela nungguin orang yang lagi muatin barang belajaan ke mobil, langsung di parkiran. Sialnya, begitu habis barang belajaannya dipindahkan ke dalam mobilnya, dengan tanpa dosa yang megang keranjang ngomong: Maaf, ini masih mau saya pakai untuk belanja lagi! (Saya juga denger-denger ada yang sampai ribut-ribut berebut sewaktu menunggu yg laen pindahin barang belajaannya di parkiran tersebut)
  3. Setelah berdesak-desakan (dan bahkan menunggu ada barang yang lagi diambil di gudang, akibat di display sudah habis/kosong), akhirnya mesti ANTRI lagi di kasir. Diiringi suasana ribut dan tangisan anak2 kecil yang ikut ibunya belanja, sungguh menyebalkan antriannya sudah sampai ke lorong2 display.

Catatan:
  • Batas belanjaan cuman boleh sampai 3 juta, terhitung sesudah didiskon.
  • Barang elektronik tertentu seperti hape, kamera digital ngga didiskon. (Hiks)

Pertanyaan:
Relakah antri berjam-jam untuk menghemat 750 rebu? Worthed gak?

Mengapa Titik Honda Jazz Hilang

Sejak membaca blognya Abe Putra tentang titik Honda Jazz yang hilang, saya jadi suka (baca: sering--istilah orang jakarta buat kata sering adalah suka, misalnya saya suka sakit maag--padahal apa sih yang bisa disukai dari sakit maag?) memperhatikan setiap buntut Honda Jazz, hanya untuk memastikan teori Abe Putra ini.

Dan, sayangnya bener! Belum pernah saya ketemu Honda Jazz yang masih ada titiknya. Akibat diisukan terbuat dari emas putih, entah titik itu hilang dicongkel orang, atau dengan sengaja dicongkel pemiliknya--agar tidak dicongkel orang (ngerti gak bacanya?)